Gubernur Kunjungi Pandeglang, Tradisi Pemprov Banten Menakar Potensi Daerah

21.730 dibaca


BUANAINDONESIA.CO.ID PANDEGLANG – Gubernur Banten Wahidin Halim memboyong beberapa Kepala OPD tingkat Provinsi Banten dalam kunjungan Ke Pandeglang untuk lakukan Rapat Koordinasi. Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  Provinsi Banten yang hadir diantaranya Kadis PU, Kominfo, Pertanian, Dinas Pendapatan, Kesehatan, Kabiro Pemerintahan, Sekretaris Keuangan, Parawisata, Dinsos dan Dinas Pendidikan, dalam Rakor tersebut Gubernur memaparkan Program yang akan dilaksanakan. Dalam sesi  tanya jawab, Gubernur dihujani pertanyaan oleh para Kepala OPD Kabupaten Pandeglang. Wahidin Halim menyebutkan, kunjungan ini akan dijadikan tradisi bagi dirinya selama menjabat sebagai Gubernur Banten.

“Saya mentradisikan gubernur datang menghampiri Kabupaten kota untuk lakukan koordinasi, ini agar lebih mengetahui kondisi yang terjadi di daerah, bukan Bupati Walikota yang datang tetapi kita yang datang untuk lebih mengetahui, kondisi di Kabupaten Kota masing masing, nanti setelah kita tahu betul kondisi wilayahnya baru kita undang untuk memecahkan masalah yang ada di Kabupaten Kota,” kata Wahidin saat melakukan Rapat Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Darah,  Selasa, 8 Mei 2018.

Advertisement

Menurutnya,  ketika orang bicara permasalahan di daerah, yang menjadi pertanyaannya adalah sejauh mana koordinasi yang dilakukan, sehingga dapat menemukan solusi dalam penyelesaiannya.

“Semua persoalan terkait permasalahan umum, itu tanggung jawab Gubernur dan Bupati serta Walikota, banyak keluhan dan pertanyaan terkait kinerja OPD Provinsi dan Program yang memang banyak yang belum terselesaikan, ini harus kita benahi dan di lakukan percepatan dan program pembangunan,,”  ungkap Gubernur yang akrab di Panggil WH.

Lebih jauh WH mengatakan, seorang birokrat jangan sampai membebani rakyat, Pemerintah adalah pelayan rakyat, maka pelayanan masyarakat dan perhatian harus dikedepankan. Namun saat ini kerap terjadi  pergeseran,  yang seharusnya melayani malah ingin dilayani.

“ASN harus tunjukan pengabdiannya kepada negara dan rakyat. ASN juga  jangan terkotak dalam kepentingan politik, karena itu jadi preseden buruk, Gubernur, Bupati dan Walikota di pilih oleh rakyat maka kita seyogyanya melayani rakyat, terutama masyarakt miskin, makanya program berobat cukup dengan KTP Banten, tetap akan saya jalankan, besok saya akan menghadap menteri lagi dan lengsung ke KPK, untuk minta petunjuk dan arahan agar program saya bisa berjalan” imbuhnya.

Sementara Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan,  dirinya meyakini Gubernur Banten Wahidin Halim dapat merubah banten lebih baik.

“Kami ucapkan tetimakasih kepada Provinsi Banten yang terus memberikan support dan bantuannya serta selalu membina kami salah satunya dukungan anggaran, karena Pandeglang masih butuh bantuan dari Provinsi, banyak pertanyaan dari para OPD saya, itu bagus tandanya mereka aktif dan ingin memajukan pandeglang bersama saya,” kata Irna.

Menurut Irna,  bantuan Keuangan Provinsi Banten untuk Pandeglang saat ini kurang lebih sebesar 65 miliar. Dan Pandeglang sendiri saat ini masih mengandalkan anggaran Provinsi Banten dan Pusat.

“Semoga ada perhatian  khusus buat Pandeglang dan Lebak karena termasuk tertinggal di banten. Selain itu bantuan untuk desa yang saat ini sebesar 30 juta dapat ditingkatkan, Kami bersyukur sekali bapak menyampaikan akan fokus pada infrastruktur.  Bersyukur sekali jika ada double track di jalur Serang – Pandeglang yang kerap jadi sumber kemacetan,” tutupnya.
Hadir dalam acara ini Forkopimda Pandeglang, Sekda Pandeglang Pery Hasanudin, Assisten Daerah,  dan para Kepala OPD.