Ketua DPD PSI Karawang: Maulid Nabi Ajang Deradikalisasi

20.666 dibaca

psi-add

romadhoni-ketua-dpd-psi-karawang

Advertisement

BUANAJABAR.COM, KARAWANG –  Bahaya radikalisme ajaran agama belakangan ini menjadi perhatian dan sorotan pemerintah karena mengancam keberagaman di Indonesia. Adanya ancaman teror bom di Bekasi menjadi salah satu bukti nyata dari radikalisasi tersebut.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Karawang, Romadhoni mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selain menghidupkan nilai-nilai perjuangan Rasulullah sebagai pemimpin umat Islam yang sangat di idolakan, juga sangat tepat untuk dijadikan deradikalisasi.

“Saya menyampaikan kepada seluruh masyarakat maupun kader PSI Karawang, jadikan momen Maulid Nabi ini sebagai kontekstualisasi ajaran Nabi Muhammad SAW, di tengah kondisi kekinian bagi ummat Islam yang memeluknya, dan kita harus menghargai keragaman,  kebudayaan dan kesukuan. Kader PSI harus menebarkan kebajikan, merawat keragaman dan mengukuhkan solidaritas serta menjungjung tinggi toleransi.” ujar Dhoni usai menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Iman, Kabupaten Karawang. Senin, 12 Desember 2016.

agung-suryamal-adv

Dirinya sangat menghargai dan menghormati terkait kebebasan berekspresi yang dijamin oleh UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi NKRI. Namun dia mengingatkan, kebebasan berekpresi ditengah keberagaman ini jangan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Meski bukan negara yang berideologi Islam, tapi jelas mayoritas Indonesia itu Islam.” kata Doni.

Menurutnya deradikalisasi yang tepat adalah dengan cara persuasif, baik melalui diskusi ataupun kegiatan positif lainnya. Dia meminta umat muslim menunjukkan Islam hadir untuk semesta alam.

“Buktikan ajaran Islam yang ramah merangkul segala perbedaan, tidak saling ganggu, intervensi satu sama lain.” pungkas Dhoni.

(Editor: Ekky El Hakim)