Komisioner KPUD dan Panwaslu Garut Ditangkap, Foto Bukti Transfer Tersebar. Ada Kaitannya ?

66.233 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Foto bukti transfer dana menyebar cepat bersamaan dengan ramainya  pemberitaan di media massa terkait penangkapan yang dilakukan polisi terhadap komisioner KPUD ( Komisi Pemilihan Umum Daerah ) dan Ketua Panwaslu Garut terkait dugaan suap.

Dalam foto 10 bukti transfer yang diunggah dan disebarluaskan melalui pesan whatsapp tersebut, tergambar jelas tulisan tangan yang menuliskan sejumlah nama dan daerah. Diatas bukti transfer itu bertuliskan Pendeuy, Banjarwangi, Panwaslu, Ade KPUD, Cibalong. kami belum tahu pasti apa maksud tulisan tersebut.

Advertisement

Bahkan diunggahan bukti transfer terpisah tertera penerima rekening adalah pengguna bank Mandiri no 1310000xxxxxx atas nama Heri Hasan Basri. Tranfer dana tersebut dilakukan pada tanggal 8 Februari 2018 pukul 10.39 WIB dari ATM Indomaret Otista. Pemilik rekening diduga kuat sebagai ketua Panwaslu Garut.

Sebelumnya Buana Indonesia memberitakan, sabtu malam, 24 Februari 2018, redaksi menerima pesan singkat yang cukup mengejutkan . Pesan singkat melalui aplikasi pesan whatsapp itu menyebut, Polisi menangkap  komisioner KPUD Garut, Ade Sudrajad dan ketua Panwaslu Garut, Heri Hasan Basri atas tudingan menerima suap gratifikasi untuk meloloskan salah satu calon dalam Pilkada Kabupaten Garut. Berikut pesan yang diterima redaksi.

Satgas Anti Money Politic Bareskrim Polri bergabung dengan Satgasda Jabar dan Polres Garut melakukan penangkapan terhadap komisioner KPUD Garut an. Ade Sudrajad dan Ketua Panwaslu Garut an. Heri Hasan Basri atas dugaan tindak pidana menerima suap/gratifikasi untuk meloloskan salah satu calon dalam pilkada kab. Garut melanggar pasal 11 dan atau 12 UU Tipikor dan atau pasal 3 dan 5 UU TPPU.

Barang bukti berupa 1 unit mobil Daihatsu Sigra warna putih nopol Z 1784 DY. Saat ini kedua tersangka dalam perjalan menuju Mapolda Jabar. Penyidikan dilakukan oleh Satgasda Jabar.

Terkait ini, koresponden kami di Garut, Deden Solihin juga mencoba menghubungi Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna.

” Betul lagi ditangani Polda kang,” Ujar Budi.

Hingga berita ini diturunkan, KPUD Garut dan Panwaslu belum memberikan pernyataan resmi. Ketika didatangani Kontributor kami di Garut, fathan Muhazir, Sekretariat Panwaslu terlihat terkunci. Sedang Kantor KPUD Garut hanya didapati anggota kepolisian yang sedang berjaga.

Dari sejumlah pemberi komentar atas berita Buana Indonesia ini,  Mereka kebanyakan bertanya – tanya, siapakah penyuap ketua Komisioner KPUD dan Ketua Panwaslu Garut ? Jika benar penyuapnya salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati peserta Pilkada Garut 2018, siapakah diantara mereka ini? akankah penangkapan ini berimbas pada naiknya suhu politik menjelang Pilkada di Garut ?