GARUT – Kekesalan warga akan dampak kelangkaan Gas Tabung Elpiji 3 Kg di Wilayah Garut Selatan sudah mulai memuncak. Kelangkaan ini memicu melambungnya harga ‘ si melon ‘ ini hingga menyentuh harga Rp. 25.000 sampai Rp. 30.000.
Tina, warga Kampung Cikoneng Desa Pameungpeuk Garut menuturkan bahwa dia dengan terpaksa membeli Gas 3 Kg dengan harga Rp. 30.000 didapatkannya di warung eceran.
“Karena butuh ya dengan terpaksa saya beli malam-malam juga dengan harga tinggi Rp. 30.000 dari warung kampung sebelah, ” kata Tina
Lain halnya dengan Ahmad Mubarok warga Kampung Centrong Desa Bojong Kecamatan Pameungpeuk. Ahmad harus rela mencari gas 3 kg sampai ke desa lain yang berjarak 4 Km dari tempat tinggalnya.
“Wah saya mencari sampai ke Mancagahar yang jauh dari rumah, karena di kampung saya tidak ada yang menjual,” ujar Ahmad
Menurut hasil pantauan Buanajabar.com, pengecer menaikkan harga karena alasan yang cukup logis, suplai terbatas. Banyak warga di sini harus mencari ke daerah lain di luar Pameungpeuk.
Seorang pemilik pangkalan Gas tabung elpiji 3 kg bernama Suparno menuturkan, dirinya harus mencari ketersediaan tabung gas elpiji hingga ke wilayah Garut kota yang jaraknya lebih dari 85 KM
” Kita yang biasa dapat kiriman sekarang harus sampai pergi ke luar daerah, kemarin malam saya bawa 2 mobil mencari sampai ke Garut Kota dan perbatasan Tasikmalaya”.
“Selain kelangkaan dan nambahnya biaya operasional, ya dengan terpaksa saya menaikan harga juga buat nutupin bensin, untuk hari ini sampai sore hari kita masih jual Rp. 25.000, gak tau besok atau lusa sampai Rp. 27. 000”, kata Suparno.
Sementara itu, sejak selasa (14/06 ) pagi warga berbondong-bondong pergi ke kantor Kecamatan Pameungpeuk untuk mengantri membeli gas bersubsidi dari Pemerintah yang harganya jauh lebih murah, namun karena stok terbatas sebagian warga ada yang tidak mendapatkan.
” Sayang sekali tadi saya terlalu siang ke kantor kecamatan, karena baru dapat kabar dari teman bahwa di kecamatan ada subsidi gas harga nya murah cuma Rp. 17.000 dan itu pun harus membawa KTP, ya 1 KTP berarti bisa dapat 1 tabung” kata Jojon
Tak hanya warga di wilayah Pameungpeuk yang kesulitan mendapatkan gas 3 kg, warga dari Kecamatan Bungbulang pun sampai harus menempuh perjalanan 2,5 jam dari Bungbulang ke Pameungpeuk untuk mendapatkan barang yang sedang menjadi bahan perbincangan warga dalam 1 minggu terakhir ini.
“Di Bungbulang susah, gak ada, saya sampai mencari jauh-jauh ke Pameungpeuk pake mobil selama 2,5 jam”, kata Rini.
Dikutip dari salah satu media nasional, Bupati Garut Rudy Gunawan mengakui terjadi kelangkaan gas elpiji 3 Kg di wilayahnya. Menurut Bupati, kelangkaan terjadi karena pasokan terbatas sementara konsumsi meningkat. Rudy mengatakan itu terjadi di beberapa wilayah di Jawa Barat. Kondisi itu biasa terjadi saat Ramadan. Lantaran itu, Rudy menyarankan warga Garut beralih ke elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 Kg. Harga per tabungnya kurang lebih Rp 70 ribu.








