Korban Tsunami Masih Tinggal Beratapkan Terpal, Berharap Kepastian Soal Relokasi

13.699 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID PANDEGLANG – Sudah enam (6) Bulan korban terdampak Tsunami selat sunda yang berlokasi di Kampung Sidamukti Pesisir Desa Sidamukti Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang Banten hingga saat ini belum mendapat kepastian bantuan juga kepastian soal relokasi tempat tinggal, hal tersebut sesuai yang dijanjikan oleh Pemerintah sebelumnya kepada korban.

Entis Ketua RT Sidamukti Pesisir mengatakan, Sejumlah korban Tsunami selat sunda hingga saat ini masih tetap menunggu kepastian relokasi. padahal tempat relokasi yang ditawarkan terdapat di dua tempat. diantaranya kawasan Sidamukti Pesisir Sebrang, yang tidak jauh dari lokasi terdampak stunami. dan Terusan salah satu lahan pertanian untuk korban terdampak Tsunami selat sunda yang berjumlah 90 kepala keluarga (KK).

Advertisement

” Kita berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang, untuk segera memenuhi janjinya, dengan merelokasi warga-nya sehingga mereka mendapatkan fasilitas yang lebih layak lagi,” papar Entis kepada Media ini Senin 10 Juni 2019.

Hal yang sama di katakan Narisem ( 65 ), seorang nenek tua yang hidup sebatang kara, dirinya hanya bisa pasrah, jika mengingat kembali kejadian dulu, selain kehilangan tempat tinggal berikut isinya, juga telah kehilangan kedua anak kandung dan suami.

” Saya sekarang hanya hidup sendiri dan sudah tidak punya siapa-siapa lagi, keinginan saya pengen sekali seperti orang lain, hidup lebih tenang, nyaman, tidak seperti sekarang yang saya rasakan, rasa takut, rasa tidak aman. Makanya ketika Pemerintah berjanji akan merelokasi kami ketempat yang lebih aman dan nyaman saya dengan para korban lainnya, rasanya ingin segera meninggalkan tempat ini,” ungkapnya.

Lanjut Narisem, akibat tidak adanya kepastian yang jelas, ia bersama korban lainnya terpaksa menempati hunian sementara ini walaupun terkadang merasakan panas dan pengap karena seluruh dinding dan atap terbungkus terpal.

” Liat saja tempat tingggal kami sekarang ini jauh dari kata layak, tempat tinggal kami sudah berbulan-bulang hanya beratap dan berdinding terepal, yang sangat pengap dan panas, kami berharap kepada Pemerintah agar segera memenuhi janjinya,” pungkas Narisem dengan nada penuh harapan dan sedih.