Kurang Dari Seminggu, Dua Orang Komplotan Pembuang Mayat Dalam Karung Diringkus 4 Dinyatakan DPO

45.085 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID Pandeglang – Meskipun sedang sibuk mempersiapkan pengamanan Pemilu 2019, pihak Polres Pandeglang berhasil mengungkap misteri penemuan dua mayat dalam karung di wilayah Kabupaten Pandeglang pada pekan lalu, saat ini Polres tengah berhasil membekuk dua orang yang dinyatakan terlibat dalam pembunuhan berencana.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, dari proses penyelidikan yang dilakukan selama lima hari oleh Sat Reskrim dari awal penemuan mayat, hingga berhasil menangkap komplotan pembunuh yang membuang kedua mayat baik di wilayah Kecamatan Panimbang maupun  di Kecamatan Pagelaran.

” Dari pengembangan yang berhasil kami ungkap, kasus ini adalah pembunuhan berencana, adapun jumlah pelaku itu ada enam orang, hanya saja kami baru berhasil menangkap dua orang dan empat orang lagi masih DPO (daftar pencarian orang),” ungkap Indea L Amstono, saat press release di lingkungan Polres Pandeglang, Minggu 14 April 2019.

Kapolres menambahkan, bahwa kedua orang yang berhasil ditangkap itu berinisial B dan S. Keduanya, ditangkap ditempat yang berbeda yakni untuk B di kediamannya di wilayah Anyer pada Jumat 12 April 2019, dan S ditangkap dikontrakkan di wilayah Tanjung Priok Jakarta pada Sabtu 13 April 2019 lalu.

” Diketahui, B itu sebagai anak buah kapal (ABK) dan S Nahkodanya. Dari 6 orang pelaku itu, peran keduanya ini hanya sebagai pembuang mayat tersebut. Mereka membuang mayatnya di laut lepas wilayah Merak-Anyer tengah malam pada Sabtu 6 April 2019, dan kalau dibunuhnya itu hasil keterangan pada hari Jumat 5 April 2019, bahkan dari dua orang tersangka yang berhasil ditangkap itu, salah satunya masih ada kaitan keluarga dengan korban, yaitu tersangka inisial S dengan korban atas nama inisial SGP yang ditemukan di wilayah Kecamatan Panimbang,” ujarnya.

Walau keempat tersangka lainnya belum berhasil ditangkap tegas Kapolres, pihaknya sudah mengantongi identitasnya. Jadi kata dia, hingga saat ini pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap empat pelaku yang saat ini masih DPO tersebut.

” Pokoknya tersangka lainnya sudah ada titik terang, bahkan dari 4 orang DPO itu identitas yang dua orang sudah kami kantongi yakni inisial M dan T, kami masih terus melakukan pengejaran dan mendalami kedua orang lainnya yang belum kami ketahui identitasnya, Kami juga kerja tim dan bahkan di backup oleh Direktorat Kriminal Umum, adapun motif pembunuhnya itu masih terkait ekonomi. lebih jelasnya pelaku membunuh korban karena ingin menguasai kapal yang dikuasai kedua korban tersebut, jadi dugaan kami sampai saat ini motifnya itu ekonomi terkait kepemilikan kapal dan barang-barang lain yang dimiliki korban. Jadi semua yang dimiliki korban itu ingin dimiliki pelaku. Nah, kedua pelaku yang kami tangkap ini hanya membantu membuang mayat tersebut dengan iming-iming bakal diberikan bagian hasil dari penjualan kapal tersebut,” jelasnya lagi.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Dedi Hermawan menambahkan, bahwa untuk TKP (tempat kejadian perkara) pembunuhan itu hingga saat ini belum dapat diketahuinya. Sebab kata dia, sampai saat ini masih didalami, dan ditambah kedua orang yang berhasil ditangkap pihaknya tidak mengetahui pembunuhannya.

” Dua orang ini memang ikut pada awal merencanakan pembunuhan tersebut, mereka merencanakannya itu di wilayah Binuangeun Kabupan Lebak. Hanya saja, waktu pembunuhan mereka tidak ikut, dan hanya menerima paket mayat yang sudah dibungkus dengan karung dan plastik, jadi dalam perencanaan pembunuhan, keenam orang itu memiliki peran masing-masing, dari keempat orang yang masih DPO itu, untuk peran siapa yang mengeksekusinya perlu kami dalami kembali. Atas perbuatan kedua pelaku yang berhasil ditangkap ini kami kenakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan acaman hukuman seumur hidup,” pungkasnya.