
BANDUNG – Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia ( LCKI ) angkat bicara terkait kasus yang membelit kepala Desa Karyalaksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.
Anggota LCKI Kabupaten Bandung Ruslan Setia mengatakan pihaknya terus memantau kasus ini. Ada beberapa temuan bermuatan politis ketika LCKI turun ke lapangan
” Temuan kami menunjukkan kasus ini sarat politis. Karena Kades Karyalaksana itu kan baru ya. Kami tidak punya kepentingan apapun terkait kasus itu.yang kami takutkan, jika polisi tidak hati-hati dalam kasus ini, akan berimbas luas pada tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bandung. Akan banyak Kades merasa ketakutan untuk mengambil kebijakan pembangunan di daerahnya. Kami hanya berusaha untuk netral dan jernih memandang kasus ini ” Kata Ruslan
Ruslan menambahkan ada pihak-pihak yang coba bermain dalam kasus ini. Menurutnya banyak data salah yang masuk ke Kepolisian
” Pipanisasi misalnya, itu program baru, program Pamsimas. Program itu juga sedang dijalankan, belum rampung, bukan tidak dijalankan. Soal Rutilahu ( Rumah Tidak Layak Huni ), itu sudah tersalurkan, kendati ada yang belum diterapkan, itu karena pemiliknya belum menerapkan, bukan belum disalurkan oleh pihak desa, ” Kata anggota lembaga besutan mantan Kapolri, Dai Bachtiar ini.
Simak berita ini di youtube channel
Ruslan juga menambahkan pihaknya berharap polisi bisa objektif dan netral.
” Kami hanya berharap, Kabupaten Bandung bisa sabilulungan. Tentram. Kalau ada permasalahan seperti ini, silakan minta BPK atau Inspektorat untuk turun dahulu. Kasihan masyarakat disana, sekarang gara-gara kasus yang belum jelas ini, pembangunan terhambat ” Kata Ruslan
Sebelumnya dikabarkan Kades Karyalaksana, Dede Ita dituding melakukan penyelewengan terkait sejumlah dana bantuan yang turun ke desanya. Kepolisian Resort ( Polres ) Bandung sigap menanggapi laporan informasi yang masuk. Informasi yang beredar, mereka telah turun ke lapangan selasa ( 29/06 ) kemarin guna mengumpulkan bukti-bukti awal.









