Lima Pelaku Pelempar Bus Rombongan Umroh Bima Arya Diringkus

6.111 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR -Unit Reserse Kriminal Polsek Citeureup Polres Bogor berhasil menangkap lima orang pelaku pelemparan batu terhadap bus yang ditumpangi oleh rombongan umroh Bima Arya (Calon Wali Kota Bogor). Kelima pelaku adalah oknum Viking, suporter klub sepakbola Persib, Minggu, 18 Februari 2018.

Advertisement

Bus rombongan umroh Bima Arya berangkat dari Masjid Raya Kota Bogor akan menuju Bandara Cengkareng, Jakarta, pada hari Sabtu 17 Februari 2018 lalu. Tiba-tiba sesampainya di pinggir jalan Tol Jagorawi arah Jakarta, bus beberapa kali dilempari batu oleh para pelaku. Akibatnya, kaca bus pecah dan bolong hingga pecahan kaca melukai dua orang ibu-ibu jamaah peserta umroh.

Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky Pastika menjelaskan, kelima pelaku yang diduga melakukan pelemparan batu tersebut berinisial AE (26), AO (25), SA (25), YS (29) dan ESF (23).

“Mereka merupakan warga Bogor dan bekerja sebagai karyawan swasta. Mereka ditangkap di beberapa lokasi yang berbeda di antaranya AE (26) ditangkap di Bogor Barat, AO (25) ditangkap di Tanah Sareal, SA (25) ditangkap di Ciampea, ESF (23) ditangkap di Citeureup, dan YS (29) ditangkap di Ciampea,” jelasnya.

Setelah ditelusuri oleh polisi, ternyata para pelaku merupakan simpatisan suporter bola Viking Persib Korwil Bogor Utara. Mereka merencanakan untuk melakukan penghadangan kepada suporter Persija yang hendak berangkat ke Jakarta untuk menonton pertandingan filan Piala Presiden antara Persija vs Bali United.

“Saat di lokasi Tol Jagorawi arah Jakarta KM 29, terdapat 14 orang Viking yang bersiap-siap di sana. Namun hanya lima orang yang melakukan pelemparan batu kepada bus rombongan jamaah umroh,” ujarnya.

Para pelaku mengira bus dengan nomor polisi F 7950 AA merupakan supporter Persija, karena rombongan umroh Bima Arya (Calon Walikota Bogor) menggunakan syal berwarna orange yang persis seperti syal Jackmania.

Para pelaku terancam terjerat dengan Pasal 170 KUHP dengan tindak pidana melakukan kekerasan terhadap orang atau barang secara bersama sama di muka umum, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan.

Editor: NA