LKKI Meminta Maaf Atas Pemberitaan Miring Yang Meresahkan Masyarakat

93.075 dibaca
lambang LKKI


BUANAINDONESIA.CO.ID, KOTA BANDUNG-Lembaga Konsultasi Kanker Indonesia (LKKI) meminta maaf kepada masyarakat terkait pemberitaan salah satu media online yang menyinggung lembaga atas konten pemberitaan yang menyebut LKKI melakukan pemalsuan terhadap salah satu merk obat herbal. Sehingga dengan adanya pemberitaan tersebut dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Hal ini dikatakan Ketua Litbang LKKI, Dedi Suprapto, Selasa 17 April 2018.

“Setelah dilakukan konfirmasi ke pihak media yg menuduh tersebut, mereka (media yang memberitakan) menyebut bahwa ‘itu dugaan saja’. Tapi pada kenyataannya, logo dan merk mengarah ke pihak kami,” ungkap dedi.

Advertisement

Pihak LKKI, kata Dedi Suprapto, tidak membenarkan isi berita tersebut, dan sudah melakukan konfirmasi ke media yang bersangkutan agar isi pemberitaannya tidak sepihak. Menanggapi atas pemberitaan miring tersebut, pihak LKKI akan memberikan empat poin yang harus disampaikan, diantaranya; Pertama, kami menegaskan bahwa kejadian-kejadian tersebut (di media online) tidak benar, dan kami siap mengikuti proses hukum guna memberikan klarifikasi bagi media online tersebut. Media tersebut memberitakan sebuah berita tanpa memahami konflik yang terjadi dan tidak secara adil mengambil referensi sumber berita.

Kedua, asal muasal terjadinya pemberitaan tersebut murni adalah karena persaingan tidak sehat dari Iembaga lain yang secara notabene beberapa (termasuk pendiri) lembaga lain tersebut adalah pecahan dari LKKI yang dikeluarkan karena alasan beberapa hal yang dapat merusak nama Iembaga.

Ketiga, dengan hal ini dan akibat yang kami alami, beserta kerugian materi dan imateri. Kami sedang melakukan langkah hukum yang sedang kami persiapkan dan susun bukti-bukti guna proses hukum tersebut.

Keempat, untuk menghindari hal negatif lainnya di kemudian hari. Kami tegaskan bahwa Iembaga lain tersebut tidak ada hubungan apapun terhadap Lembaga Konsultan Kanker Indonesia (LKKI).

Menurut Dedi dalam kejadian ini, “ada upaya pemerasan dan percobaan menghancurkan nama baik lembaga, oleh salah satu pihak terhadap pimpinan LKKI,” tambahnya.

Namun, Dedi selaku KA Litbang LKKI untuk menghindari keresahan di tengah-tengah masyarakat, meminta maaf atas ketidak-nyamanan yang terjadi atas pemberitaan yang menyangkut Lembaga Konsultasi Kanker Indonesia (LKKI).

“Dengan adanya kejadian ini kami Lembaga Konsultan kanker Indonesia  mengajukan permohonan maaf bagi semua pihak atas ketidak nyamanan yang terjadi. Dan bagi para pihak yang merasa dirugikan atas atau untuk hasutan pihak-pihak tertentu dipersilahkan mangacu pada hukum yang berlaku,” tutup Dedi.