Sukabumi, Buanaindonesia.com – Berawal dari adanya dugaan laporan LPJ ADD 2015 yang tidak sesuai dengan mekanismenya, ditambah dengan ada beberapa tanda tangan ketua RW yang diduga dipalsukan kepala Desa. Anggota BPD bersama puluhan masyarakat datangi Kantor Desa Pamuruyan untuk meminta penjelasan dari kepala desa di Jalan Raya Cikidang, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi,minggu (24/01) sore kemarin.
Ketua BPD Desa Pamuruyan Heri Heryawan Menjelaskan,dirinya merasa Pengalokasian ADD tahap 1 dan 2 2015 untuk bantuan fisik seperti pembangunan di masing masing RW sebanyak 70 persen diduga tidak pada titik sasaran belanja.
” Ada sekitar tujuh ke RW an yang ditemukan kejanggalan di SPJ ADD yang mendapatkan penyaluran bantuan berupa fisik, namun itu semua tidak sesuai dengan dilapangan. Kami semua datang ke kantor desa untuk melakukan mediasi, sekaligus meminta penjelasan dari kepala desa terkait adanya beberapa alokasi dana desa yang di duga dalam laporan spj nya piktif,dengan ada beberapa tanda tangan RW yang di duga di catut untuk kepentingan spj,bila di hitung bantuan tiap RW sekitar Rp 8 juta di kalikan 7 Rw yang tidak terserap” kata Heri
Heri menambahkan dalam mediasi dirinya bersama masyarakat lain merasa kecewa dengan hasil mediasi, karena Kepala Desa Eka Saputra tidak hadir dalam musyawarah ini dengan alasan sakit.Mediasi di wakilkan Sekretaris Desa dan Sekretaris Kecamatan Cibadak.
“Mediasi ini menurut saya tidak menemukan solusi terbaik dan jawaban yang memuaskan.Kami memberi waktu kepada pihak desa selama 1 minggu untuk memberikan penjelasan dan pertanggung jawabanya di musdes yang akan diadakan minggu depan di Kecamatan “katanya.
Ia berharap dengan adanya mediasi ini anggaran pembangunan yang di alokasikan dari ADD di Desa Pamuruyan bisa terserap dengan baik, merata dan bisa terealisasi dengan benar. sehingga bisa di nikmati warga masyarakat Desa Pamuruyan.
“Saya berharap alokasi dana desa bisa terserap dengan nyata olah masyrakat,saya meminta kepala desa terbukaan dan transpransi kepada masyrakat “harapnya.
Sementara itu,menurut Sekretaris Camat Cibadak Hilman mengatakan subtansi persoalan saat ini adalah sinergitas BPD dan RT/RW sebagai mitra kerja. Pemerintahan Desa Pamuruyan yang dianggap kurang menjalin komunikasi yang baik. Pihaknya hanya memfasilitasi keluhan warga.Namun dalam hal ini belum bisa di temukan solusinya karena Kades tidak hadir karena sakit,pihaknya akan berusaha mempasilitasi dengan di adakanya Musywarah Desa (Musdes) minggu depan.
“Saya hadir hanya sebagai penengah, namun saya mengharapkan permasalahan ini bisa cepat ada titik temu,agar tidak menimbulkan permalahan yang melebar,”ucapnya.
Ia berharap, pihak desa, BPD juga RT/RW yang mewakili wilayah dan kedusunanya masing-masing, bisa saling menjalin komunikasi termasuk LPJ.
” Harus ada kesamaan persepsi untuk membangun Desa. Fungsi kami untuk menjembatani tugas agar konsep kebersamaan itu terpacu secara koordinatif dan bisa di selesaikan bersama dengan mengedepankan gotong royong.” pungkasnya.
Editor : M.I








