Manager PT EBA Ungkap Fakta Baru Soal Pasar Limbangan

12.199 dibaca

GARUT, BuanaIndonesia.com – Andi Rahmat,  Manager Eksekutif PT EBA, perusahaan yang menjadi rekanan PT Elva Primandiri selaku pengembang pasar Limbangan Garut akhirnya angkat berbicara terkait berbagai kejanggalan pembangunan pasar tersebut.

Andi menyatakan pasar PT Elva Primandiri sudah melakukan berbagai kecurangan di dalam pembangunan pasar ini.

Advertisement

” Pertama soal eskalator, dia pakai second, genset juga demikian, belum lagi soal pajak. Berkali-kali pembeli meminta faktur pajak, tapi tidak pernah ada. Kita jadi curiga, apa itu pajak dibayarkan atau tidak. Soal harga juga, dia seenaknya plot harga sendiri. Saya kecewa dengan dia ( Elva Waniza , Direktur PT Elva Primandiri ), kok dia nekat ya. Lalu yang publik harus tau juga di sana ( pasar ) ada penambahan jumlah kios, saya tidak tau apakah publik dan pemda tau soal itu. Kasihan masalah pasar itu kisruh terus ” Kata Andi.

Lebih lanjut Andi menyatakan Elva sudah melakukan upaya kecurangan dalam proses pembangunan pasar Limbangan.

” Silakan. Bukti ada di saya ” Tambah Andi.

Sementara itu, Humas Direktorat Pajak Kantor Wilayah Jawa Barat, Slamet Rianto mengatakan faktur pajak adalah hak pembayar pajak.

” iya jelas. Anda bayar pajak, harus ada buktinya. Itu hak. Anda bisa minta ke si penjual dan itu wajib diberikan pada pembeli ” Kata Slamet.

Pasar Limbangan hingga saat ini selalu diwarnai kisruh, terakhir terjadi pertemuan yang difasilitasi bupati Garut Rudi Gunawan. Dalam pertemuan itu pedagang yang mendukung kehadiran pasar yang baru dan P3L yang masih mempersoalkan pembangunan pasar, serta pengembang, yakni PT Elva Primandiri, di Garut, Jawa Barat, Jumat (12/2). Namun, dalam pertemuan tersebut P3L melakukan walk out.

Bupati sendiri berjanji dalam jangka waktu dekat akan membereskan permasalahan dengan warga Sindang Anom yang berada di dekat pasar terkait parkir, drainase, dan penanganan sampah pasar.

“Saya akan segera mengambil keputusan terkait PT Elva dengan warga Sindang Anom. Jadi seminggu ini akan diselesaikan permasalahan drainase, parkir, dan lainnya. Setelah ada penyelesaian dengan warga dan aspek lainnya terpenuhi, maka pedagang yang saat ini berdagang di lokasi sementara bisa pindah ke pasar yang sudah selesai dibangun,” kata Rudi.

Rudy lebih lanjut menyatakan akan berupaya merangkul P3L agar bisa ikut bersama-sama pedagang lainnya berjualan di pasar yang baru.

“ Yang saya harapkan semua pihak memberikan dukungan kepada pasar ini. Keluhan warga Sindang Anom harus terakomodir. Jika sudah , maka akan menjadi bagian yang menyelesaikan masalah, kecuali dengan P3L. Para pedagang juga bisa segera pindah ke lokasi baru,  di lokasi penampungan sementara pedagang dianggap sudah mengganggu warga sekitar ” Tambah Rudi.

Sementara itu Soleh Sutarsono deputi I Bidang Operasi, Amandemen ( Aliansi Masyarakat Untuk Hak Asasi Manusia, Demokrasi dan Keadilan Hukum ) mengungkapkan pemerintah Kabupaten Garut harus berhati-hati mengambil langkah terkait penyelesaian kisruh pasar Limbangan ini.

” Jika tidak berhati – hati akan terjadi benturan di bawah. Ini yang kita di khawatirkan. Jangan sampai ini dimanfaatkan pihak -pihak yang memang sengaja ingin ada benturan antar kelompok masyarakat ” Kata Soleh.

Editor : M.I

Berita Terkait :

Ada Apa Dibalik Penyegelan Pasar Limbangan ?

Bupati Akhirnya Segel Pasar Limbangan

Pengembang Pasar Limbangan : kami Tak Pernah Gunakan barang Second, tapi rekondisi

Pendemo mau Lengserkan Bupati Jika Masalah Pasar Limbangan Tidak Selesai