BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Puluhan Pekerja Seks Komersial (PSK) asal berbagai pelosok di Kabupaten Garut yang nekat beroperasi di pinggir Jalan Guntur selama bulan suci Ramadhan, ditertibkan petugas gabungan dari Satpol PP Kecamatan Garut Kota, Garnisum, Koramil, kepolisian Sektor Garut Kota dan FKPM (Forum Kemitraan Polisi Masyarakat), Sabtu (17/6) Dinihari. Tak hanya menyasar Jalan Guntur, puluhan PSK di tiga titik wilayah Garut Kota juga diamankan karena tertangkap tangan masih berkeliaran di jalan.
Camat Garut Kota, H Bambang Hafidz, yang ikut terjun langsung dalam penertiban mengatakan, razia ini digelar sebagai tindaklanjut dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan keberadaan PSK selama bulan Ramadhan.
“Sasaran kita bukan hanya Jalan Guntur tapi semua PSK di kawasan Alun-alun, Jalan Pramuka dan Kerkof yang masih nekat beroperasi selama Ramadhan ataupun setelahnya akan kami tertibkan,” katanya saat dihubungi, Sabtu (17/6).
Bambang mengutarakan, selain PSK yang ada di Jalan Guntur, petugas gabungan yang berjumlah sekitar 20 personel juga merazia para wanita malam di Jalan Ahmad Yani, Jalan Maktal dan Jalan Pramuka. “Totalnya, ada 10 orang yang terjaring razia,” tuturnya.
Ia melanjutkan, PSK yang terjaring dalam razia tersebut langsung didata sekaligus diberikan pengarahan di ruang pelayanan kecamatan. Setelah itu, mereka selanjutnya dipulangkan ke keluarganya masing-masing. “Para PSK itu setelah diperiksa dan di data kemudian dipertemukan dengan keluarganya. Dan apabila kita temukan PSK yang tidak ada keluarganya kita akan koordinasi dengan Dinas Sosial,” tambahnya.
Pihaknya, kata Bambang, akan terus mengawasi pergerakan PSK di kawasan Garut Kota dengan membagi petugas Satpol PP menjadi dua shift. “Kita akan terus awasi sampai kawasan Garut Kota benar-benar bersih dari para pekerja komersil,” ungkapnya.
Menurut pengakuan salah seorang PSK yang terjaring di Jalan Guntur, ia terpaksa melakukan pekerjaannya itu karena terdesak faktor ekonomi. “Saya sudah lama bercerai, Kang. Mana mau lebaran lagi. Anak saya dua dan mereka butuh biaya hidup, mau cari kerja susah,”ujarnya berkaca-kaca.









