Melawan Lupa. 5 Pertempuran Rakyat Jawa Barat

96.966 dibaca

peristiwa-5-pertempuran-jabar

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Sejarah mencatat, bahwa di wilayah Jawa Barat pernah terjadi pertempuran-pertempuran rakyat yang sangat bersejarah.

Advertisement

Kali ini tim BUANAINDONESIA.CO.ID telah merangkum lima peristiwa bersejarah, sekaligus megulas kembali peristiwa-peristiwa tersebut.

Pertempuran Bojong Kokosan Sukabumi 1945 -1946. Gambar: R. Adam Firdaus
Pertempuran Bojong Kokosan Sukabumi 1945 -1946. Gambar: R. Adam Firdaus

Menjelang berakhir perang Dunia ke-II mulai Juli 1945 wilayah Indonesia masuk kedalam Komando South East Asia Command (SEAC) dibawah pimpinan panglima sekutu Lord L. Mountbatten, yang berkedudukan di Colombo Srilangka.

“Berrtempur” Melawan Rintangan Untuk Berpenghasilan Pasif 100 juta perbulan ikuti Bisnis Kuadran Kanan, Gratis… Daftar di sini.

Setelah Jepang menyerah kepada sekutu Inggris diberi tugas RAPWI (Recovery of Allied Prisoners of War and Interneers) yaitu pengurusan dan pemulangan tawanan perang dan interniran sekutu di Indonesia.

Dalam pelaksanaan tugasnya di Indonesia Sekutu mengalami hambatan dari pejuang-pejuang Indonesia yang militan yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945. Diantara hambatan yang dialami Sekutu (Inggris) antara lain peristiwa Pertempuran Konvoy Bojong Kokosan. Uraian berikut peristiwa Bojong Kokosan dibagi dalam tiga pokok bahasan Yaitu, Pertempuran ke-I, 9 Desember 1945 – 12 Desember 1945, masa gencatan senjata (Cease Fire) dan Pertempuran ke-II, 13 Desember – 9 Maret 1946.

Peristiwa Bandung Lautan Api
Peristiwa Bandung Lautan Api

Pada Perang Dunia ke-II sedang berkecambuk antara sekutu melawan fasis Jepang, kota Hirosyima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh sekutu, dan menandakan berakhirnya Perang Dunia ke-II.

Kota Hirosyima dijatuhi Bom yang dinamai ‘Little Boy’, panjangnya 3 M yang dijatuhkan oleh pesawat pembom B-29 yang diberi nama Enola Gay, telah menghancurkan kota Hirosyima rata dengan tanah dan pada tanggal 6 Agustus 1945, 3 hari kemudian 9 Agustus 1945, bom atom yang ke 2 diberi nama Fat man di jatuhkan dan meledak diatas kota Nagasaki pukul 11.02, meski tempat jatuh meleset 4 km dari sasaran karena kabut, tak urung kota itu hancur berantakan dan menimbulkan korban puluhan ribu jiwa manusia.

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946.

Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung.

Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa Long March Siliwangi
Peristiwa Long March Siliwangi

Long March Siliwangi adalah peristiwa pindahnya Tentara Nasional Indonesia dari Jawa Tengah dan Yogyakarta ke Jawa Barat pada 4 Februari 1949 sebagai konsekuensi dari perjanjian Renville yang merugikan Indonesia dan diikuti pelanggaran oleh Belanda dengan melakukan Agresi Militer Belanda II dengan menguasai Yogyakarta.

Jenderal Sudirman segera megeluarkan Instruksi Panglima Besar No. 1 sesuai perintah (Perintah Siasat No. 1) agar pasukan pindah ke Jawa Barat setelah bertempur dengan PKI Muso.

Setelah pergerakan terjadi, segera meletus bentrokan di Ciseupan desa Cibuluh kecamatan Tanjungsiang. Pada 19 Desember 1948 Belanda melancarkan Agresi Militer II. Ibu kota RI di Yogyakarta ketika itu direbut Belanda.

Soekarno-Hatta beserta pemimpin Indonesia lainnya ditawan. Jendral Soedirman beserta seluruh kekuatan angkatan perang masuk hutan menjalankan perang gerilya melawan Belanda.

Sementara Pasukan Siliwangi yang hijrah ke Yogyakarta segera melakukan long march, kembali menuju Jawa Barat pada 20 Desember 1948.

Berrtempur” Melawan Rintangan Untuk Berpenghasilan Pasif 100 juta perbulan ikuti Bisnis Kuadran Kanan, Gratis… Daftar di sini.

Umumnya mereka menuju ke daerah-daerah tempat mereka berjuang sebelum hijrah. Batalyon Engkong Darsono menuju daerah gerilya Jakarta, Bogor, Bekasi dan Cianjur.

peristiwa-di-tii-jabar
Peristiwa DI/TII Di Jawa Barat

Gerakan DI/TII di Jawa Barat muncul pada waktu terjadi penarikan pasukan TNI dari wilayah yang diduduki Belanda ke wilayah RI sebagai akibat persetujuan Renville.

Akan tetapi, anggota Hizbullah dan Sabilillah tidak mengikuti ketentuan persetujuan Renville. Kedua laskar itu berada di bawah pengaruh Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo.

Semula Kartosuwirjo ikut bergerilya di daerah Jawa Barat. Ia ingin mendirikan negara Islam lepas dari Republik Indonesia. Untuk itu ia menghimpun orang-orang yang setia kepadanya dalam tentara Darul Islam.

Pada tanggal 4 Agustus 1949 Kartosuwirjo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Tindakan Kartosuwiryo itu dianggap membahayakan persatuan dan kesatuan nasional.

Penumpasan Gerakan DI/TII di Jawa Barat memakan waktu yang lama. Baru pada tahun 1960-an, Divisi Siliwangi mulai melancarkan operasi secara sistematis dan besar-besaran. Dengan dibantu rakyat dalam operasi “Pagar Betis”, pada tahun 1962 gerakan DI/TII akhirnya dapat dihancurkan. Kartosuwiryo dapat ditangkap di gunung Geber. Ia kemudian dihukum mati.

Peristiwa APRA Di Jawa Barat
Peristiwa APRA Di Jawa Barat

Negara Pasundan adalah salah satu negara boneka dalam RIS yang dibentuk oleh pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949. Wilayah negara Pasundan ini adalah di daerah Jawa Barat atau di bumi Parahyangan. Pada bulan Januari 1950 di Jawa Barat muncul gerakan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) yang dipimpin oleh mantan Kapten Raymond Westerling dalam dinas tentara kerajaan Belanda (KNIL). Gerakan APRA memanfaatkan kepercayaan rakyat akan datangnya Ratu Adil.

Baca juga : Shalat Malam Adalah Shalanya Para Nabi & Rasul 

Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang berada di bawah pimpinan Kapten Raymond Westerling merupakan gerakan yang didalangi oleh golongan kolonialis Belanda. Salah satu landasan bagi gerakan APRA ini adalah kepercayaan rakyat Indonesia akan datangnya Ratu Adil.

Westerling memahami bahwa sebagian rakyat Indonesia yang telah lama menderita karena penjajahan, baik oleh Belanda atau Jepang, mendambakan datangnya suatu masa kemakmuran seperti yang terdapat dalam ramalan Jayabaya. Menurut ramalan itu akan datang seorang pemimpin yang disebut Ratu Adil, yang akan memerintah rakyat dengan adil dan bijaksana, sehingga keadaan akan aman dan damai dan rakyat akan makmur dan sejahtera.

(Editor: Ekky El Hakim)