Museum Sri Baduga Akan Menjadi Museum Pertama Di Indonesia yang Terapkan Standar ISO 9001 Versi Termutakhir

23.588 dibaca
Pardomuan Pakpahan, Kasubag TU Museum Negeri Sri Baduga Bandung . Dalam keterangannya Pardomuan memastikan museum negeri Sri Baduga akan menjadi museum yang berstandar ISO 9001 versi 2015

BUANAINDONESIA, BANDUNG – Museum Sri Baduga Bandung siap terapkan standar ISO 9001 2015 guna menjadi museum termaju di Indonesia. Ini merupakan intruksi dari kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar seluruh unit di bawah dinas tersebut dapat ber standar internasional.

Pardomuan Pakpahan, Spd, Mpd , Kepala Sub Bagian Tata Usaha Museum Negeri Sri Baduga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat mengatakan, Museum Sri Baduga ditargetkan bisa menjadi museum ber standar Internasional yang sesuai standar ISO 9001 Tahun 2015

Advertisement

” Untuk menjadi museum termaju di Indonesia, harus mengikuti standar internasional. Salah satunya Quality Management System. Mutu pelayanan museum harus selayaknya standarnya Internasional. ISO 2015 Versi 9001 yang termutakhir. Museum Sri Baduga menjadi museum pertama di Indonesia yang siap menerapkan standar ISO versi ini ” Kata Pardomuan di sela – sela pelatihan Standar ISO 9001 2015

Lanjut Pardomuan ada 10 tenaga yang dilatih untuk bisa menerapkan ISO ini

” Teman – teman yang kiya latih ini terdiri dari 10 orang, semua tenaga yang ada di museum Sri Baduga. Setelah mengikuti pelatihan mereka akan menyusun instrumen ISO 9001 2015 untuk diterapkan di museum negeri Sri Baduga. 6 bulan kedepan kita akan menyusun itu selanjutnya kita akan audit internal, ” lanjut dia.

ISO 9001 merupakan standar internasional di bidang sistem manajemen mutu. Suatu lembaga/organisasi yang telah mendapatkan akreditasi (pengakuan dari pihak lain yang independen) ISO tersebut, dapat dikatakan telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu produk dan jasa yang dihasilkannya.

Manfaat dari ISO ini adalah untuk menetapkan standar dan membakukan proses kerja serta penanggung jawabnya, memastikan standar kerja tetap pada perusahaan, bukan pada individu karyawannya, memastikan proses tetap berkelanjutan, walaupun ada perubahan personel, sebagai alat bantu training untuk karyawan baru, menghindari perubahan tanpa adanya pemberitahuan, sebagai referensi dan bukti tertulis yang standar sehingga proses bisa diaudit dan dapat digunakan untuk pengembangan organisasi serta memenuhi kebutuhan pasar