Musim Hujan Mengintai, Bupati Garut Minta Seluruh Elemen Siaga Hadapi Potensi Bencana

374 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT  – Menghadapi potensi bencana selama musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Garut mulai memperkuat kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa upaya penanggulangan bencana harus dilakukan sejak dini melalui mitigasi yang terencana dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Advertisement

Komitmen tersebut disampaikan Abdusy Syakur Amin ketika memimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Tahun 2026 di Lapang Apel Polres Garut, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Rabu (4/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati menekankan bahwa karakteristik wilayah Garut yang memiliki potensi kerawanan bencana mengharuskan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait untuk selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan. Ancaman banjir, longsor, hingga bencana hidrometeorologi lainnya menjadi perhatian utama seiring memasuki musim hujan 2026–2027.

Menurut Abdusy Syakur Amin, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana terjadi. Diperlukan langkah antisipatif, pengawasan kondisi lingkungan, serta sistem koordinasi yang kuat agar dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin.

Ia juga mengungkapkan perkembangan risiko bencana Kabupaten Garut berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI). Pada tahun 2025, Garut tercatat berada di peringkat 281 secara nasional dengan kategori risiko sedang. Angka tersebut mengalami perubahan dibandingkan tahun 2024 yang menempatkan Garut di posisi 202. Adapun di tingkat Jawa Barat, Kabupaten Garut berada pada urutan keenam.

Bupati menilai perkembangan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh pihak untuk terus memperbaiki upaya mitigasi dan meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman bencana.

Untuk menghadapi musim penghujan, ia menginstruksikan pelaksanaan enam langkah penting dalam kesiapsiagaan bencana.

Langkah pertama, mengidentifikasi serta memetakan kawasan rawan bencana berdasarkan kajian risiko, rencana kontinjensi, Portal InaRISK, maupun sumber data pendukung lainnya.

Kedua, memastikan kesiapan seluruh personel, peralatan, dan logistik melalui apel kesiapsiagaan. Dukungan anggaran darurat juga harus disiapkan dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

Ketiga, meningkatkan pemantauan perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BMKG. Informasi yang diperoleh harus segera dianalisis dan disampaikan kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah berisiko.

Keempat, memperkuat kolaborasi pentahelix dengan melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan media. Bupati juga meminta agar posko penanggulangan bencana dapat beroperasi secara optimal selama 24 jam.

Kelima, menggencarkan penyuluhan dan sosialisasi kebencanaan berbasis komunitas guna membangun kesadaran serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Keenam, memastikan sistem peringatan dini atau Early Warning System berjalan dengan baik, termasuk kesiapan mekanisme penyampaian informasi agar peringatan dapat diterima masyarakat secara cepat dan tepat.

Selain enam langkah tersebut, Bupati Garut meminta jajaran kewilayahan agar lebih aktif melakukan pemantauan serta melaporkan perkembangan situasi di daerah masing-masing. Peran camat dan lurah dinilai sangat penting dalam menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Khusus kawasan perkotaan, pemerintah kecamatan dan kelurahan diminta segera melakukan pembersihan drainase serta saluran air. Upaya ini menjadi salah satu langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir dan genangan saat curah hujan meningkat.

Dalam kesempatan itu, Abdusy Syakur Amin turut mengapresiasi kontribusi jajaran TNI-Polri serta berbagai unsur masyarakat yang selama ini terlibat dalam upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Garut.

Ia berharap peningkatan langkah pencegahan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam mengurangi potensi kerugian maupun menjaga keselamatan warga.

“Saya yakin kalau upaya kita lebih aktif lagi dalam melakukan preventif, maka bisa dilakukan penghematan dan juga bisa memberikan rasa aman, nyaman bagi masyarakat,” tandasnya.