Muspika Dan KSB Kecamatan Angsana Sambangi Masyarakat

7.140 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG – Pasca viral ibu hamil mau melahirkan di tandu yang beredar di Medsos, Muspika Kecamatan Angsana langsung telusuri dan menyambangi warga kampung kadongdong Desa Cipinang Kecamatan Angsana Pandeglang. Senin 5 Februari 2024.

Advertisement

Camat Kecamatan Angsana Acep Jumhani mengatakan, virlanya di media sosial warga yang di tandu adalah orang yang habis melahirkan dari bidan desa, sebelumnya ketika berangkat ke Pustu untuk melahirkan pasien ibu hamil (Kusni 18 tahun ) masih bisa mengunakan kendaraan roda dua, pasien tersebut warga kampung Babakan kesik kecamatan patia namun di kampung kadongdong desa Cipinang ikut suami.

” Kami datang bukan karena viral jalan atau viral di Medsos ibu hamil yang mau melahirkan, tetapi setiap ada informasi masyarakat yang kurang mampu sakit, melahirkan kami pemerintah kecamatan pasti menjenguk, sayah di temani kepala Puskesmas ketua Kampung Siaga Bencana, kedatangan kami menengok kondisi yang habis melahirkan, alhamdulilah ibu dan bayinya sehat, kami datang memastikan kesehatannya,” ungkap Acep Jumhani.

Acep menambahkan, kaitan viralnya ibu hamil di tandu, memang jalan di wilayah desa Cipinang belum semua di bangun betonisasi, termasuk jalan ke kampung kadongdong ini masih jalan batu, tetapi pake kendaraan roda dua masih bisa dilalui, buktinya waktu mau berangkat ke Pustu ibu Kusni di bawa menggunakan roda dua, pas di tandu ketika pulang habis melahirkan, karena demi keselamatan dan kenyamanan, dan ini sudah kebiasaan masyarakat kebersamaan untuk saling membantu.

” Pasien Ibu Kusni ini di tandu waktu habis melahirkan, jadi pas di bawa ke pustunya itu pake kendaraan roda dua, dan memang jalan ini masih bisa kalau Rida dua, cuman kan kalau habis melahirkan kalau pake roda dua beresiko Karena jalannya bebatuan, ditandu itu lebih aman untuk keselamatan karena habis melahirkan,” tandasnya.

Sementara ketua KSB Kecamatan Angsana Beni Madsira, kedatangan kami untuk memastikan kesehatan ibu dan anaknya, kemudian untuk memberikan bantuan berupa paket perlengkapan bayi dan paket sembako lengkap, karena pasien tersebut termasuk kurang mampu, adapun kaitan jalan yang menuju kampung kadongdong, dengan ramenya katanya untuk kendaraan roda dua aja susah ga bisa, sehingga pasien habis melahirkan harus di tandu atau di gotong, sebenarnya ga juga untuk kendaraan roda dua masih bisa, bahkan roda emaptpun kalau dipaksakan masih bisa, apalagi kalau kendaraan dabelgardan bisa.

” Buktinya kami datang ke rumah pasien menggunakan kendaraan roda empat mobil patroli dari Polsek angsana, bahkan roda duapun masih lancar, namun kan kalau bawa orang sakit apalagi habis melahirkan itukan bahaya Jalannya memang masih bebatuan tidak semulus jalan beton atau yang sudah di aspal, juga jaraknya juga hanya sekitar 5 KM dari Pustu ke rumah pasien, kaitan di tandu orang sakit atau habis melahirkan itu hal yang biasa, namanya juga di perkampungan jalannya tidak sebagus di perkotaan, mudah mudahan kedepan pemerintah kabupaten Pandeglang bisa melanjutkan pembangunan di kecamatan Angsana hususnya menyambungkan desa Cipinang dengan desa kadubadak yang panjangnya sekitar 8 KM, di desa Cipinang sebagian sudah beton,dari kecamatan menuju kantor desa Cipinang sudah beton,” jelas Beni.