TASIKMALAYA, BuanaJabar.com – Hujan deras yang melanda sebagian besar wilayah di Jawa Barat selama dua hari terakhir, menyebabkan banjir dan tanah longsor dibeberapa daerah. Seperti yang terjadi di Tasikmalaya, hujan deras pada hari Jum’at 16 September 2016, mengakibatkan tebing setinggi 8 meter dengan panjang lebih dari 15 meter longsor dan mengakibatkan material tanah menutupi rel kereta api.
Tak hanya mengganggu aktivitas perjalanan kereta api yang menjadi jalur penghubung antara Jakarta Surabaya. Bencana tanah longsor di Km 238 Kecamatan Kadipaten, Tasikmalaya ini bahkan merenggut nyawa Maman (50) warga Cipeundeuy Kabupaten Garut yang merupakan petugas PT KAI.
Menurut keterangan sejumlah saksi, pada saat kejadian Maman bersama tiga rekannya tengah membersihkan material longsoran yang menghalangi Rel Kereta Api. Tanpa disadari korban, rupanya longsor susulan dengan volume lebih besar kembali datang dan menimbun dirinya yang tak sempat menghindar.
Satu jam kemudian petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya yang datang ke lokasi, menemukan korban dengan posisi telungkup dan dalam keadaan lemas, meski sempat berusaha dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapat pertolongan, namun nyawa Maman tak bisa diselamatkan.
Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya, menyebabkan tanah tebing di pinggir jalur rel tersebut longsor hingga akhirnya menimbun dan merenggut nyawa korban.
“Pada saat longsoran pertama, petugas lapangan PT KAI yang berjumlah empat orang, langsung membersihkan material tanah longsoran yang berlokasi sekitar jembatan jalan raya Tasikmalaya-Bandung, disaat empat orang sedang membersihkan longsoran tersebut, longsoran kedua menyusul, tiga orang dapat menyelamatkan diri, sedangkan satu orang tertimbun,” katanya.
Kepala Stasiun Tasikmalaya, Toni Heryanto, saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya longsoran tanah di jalur rel kereta api tersebut, Toni menambahkan, akibat longsor itu pun menyebabkan adanya keterlambatan jadwal perjalanan kereta api antara 2 hingga 4 jam.










