Ngeri Buaya Pulau Peucang Menerkam Korban Hingga Meninggal, Korban Diduga Pegawai TNUK

578 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG –  Ngeri Pegawai Taman Nasional Ujung Kulon TNUK menjadi korban keganasan buaya di Pulau Peucang, korban adalah Seorang pemuda bernama Yoga (37) warga Kampung Tamanjaya RT 002 RW 001, Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang tewas diterkam buaya, Senin, 29 Juni 2026 pukul 09.00 WIB. Yoga yang di duga pegawai TNUK menjadi korban terkaman buaya saat melihat rumpon ikan yang berada di bawah kolong dermaga Pulau Peucang.

Berdasarkan kronologis singkat kejadian, pada hari Senin, 29 Juni 2026, sekira pukul 09.00 WIB, Yoga pamit kepada rekan rekannya untuk berenang dan melihat rumpon ikan berada bawah kolong dermaga Pulau Peucang. Kurang lebih sekira 15 menit kemudian, temannya bernama Kacong dan Yazid pergi ke dermaga Pulau Peucang hendak memperbaiki dermaga. Sesampainya di dermaga korban tidak berada di tempat.

Advertisement

Lalu, Yazid mencari ke bawah kolong dermaga dan hanya di temukan kacamata selam milik korban. Dari penemuan kacamata selam itu Yazid menaruh curiga dan langsung melakukan pencarian dengan rekannya dibagi menjadi dua kelompok. Sekitar pukul 09.30 WIB, korban di temukan di blok Legon Kobak Pulau Peucang oleh Nugi, Refli dan Herdi, bahwa korban sedang di terkam dan dibawa oleh se ekor buaya,

” Setelah dilakukan pencarian korban terlihat sedang di gigit dan di bawa oleh buaya. Setelah buaya melepaskan gigitannya dan korban setelah dilepas tim langsung melakukan evakuasi dengan membawanya ke Kantor Pulau Peucang Taman Nasional Ujung Kulon.” Ungkap salahsatu saksi.

Sementara Kapolsek Kecamatan Sumur AKP Erwin Haryadi mengatakan, betul bahwa di pulau Peucang ada korban meninggal di terkam buaya, pihaknya juga mendapat inpormasi dari pihak TNUK, namun belum bisa memastikan kaitan kronologis kejadian, kanapa korban sampai di terkam buaya,

” Betul kita batu mendapatkan laporan bahwa ada korban meninggal di terkam buaya, dan tempat kejadian di pulau Peucang, tapi kaitan kronologisnya kita belum tahu karena saksi masih di Sanah, dan sekarang dalam proses penjemputan oleh pihak TNUK,” ungkapnya.