
BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi perhatian utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan Monitoring Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Karangpawitan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dari Kantor Desa Sindanggalih, Selasa (10/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kecamatan Karangpawitan yang dinilai aktif melibatkan masyarakat dalam proses penjaringan aspirasi. Menurutnya, pendekatan partisipatif menjadi elemen penting agar perencanaan pembangunan benar-benar selaras dengan kebutuhan warga.
Meski demikian, Bupati menekankan agar sektor pendidikan mendapat perhatian lebih serius. Ia meminta aparatur kecamatan hingga desa untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap anak-anak yang belum mengenyam pendidikan atau berpotensi putus sekolah, serta mengajak mereka kembali ke bangku sekolah.
“Saya titip melalui Pak Camat dan para kepala desa, inventarisir anak-anak yang mau dan belum sekolah. Ajak mereka, pastikan mereka harus sekolah,” tegasnya.
Bupati berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam membuka akses pendidikan yang merata, sehingga generasi muda Kabupaten Garut memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk meningkatkan kualitas hidup di masa mendatang.
Sementara itu, Camat Karangpawitan Anas Aolia Malik menyampaikan 10 usulan prioritas pembangunan Kecamatan Karangpawitan yang direncanakan untuk tahun 2027. Usulan tersebut mencakup berbagai sektor, di antaranya perbaikan infrastruktur jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan fasilitas sanitasi, dukungan permodalan usaha, penguatan sektor pertanian, pemberdayaan UMKM, pengembangan teknologi informasi, sarana olahraga, hingga peningkatan kesejahteraan kelompok rentan.
Beberapa program yang diusulkan meliputi perbaikan Jalan Gatot Subroto–Perum GCI Lebak Jaya, pembangunan MCK dan septic tank, pemberian modal usaha bagi wirausaha muda, rehabilitasi jalan usaha tani, pelatihan manajemen koperasi dan UMKM, pengadaan wifi publik, pembangunan fasilitas olahraga, serta bantuan modal Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bagi perempuan rawan sosial ekonomi.
Sekretaris Kecamatan Karangpawitan menambahkan bahwa Musrenbang tahun ini mengusung tema “Pemerataan Akses Layanan Dasar dan Peningkatan Produktivitas Daerah.” Tema tersebut diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Garut Tahun 2027 serta mengacu pada regulasi perencanaan pembangunan, termasuk Perda Kabupaten Garut Nomor 3 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025–2029.
Melalui forum Musrenbang ini, diharapkan dapat tercapai kesepakatan penentuan kegiatan prioritas sesuai tugas dan fungsi perangkat daerah, sehingga penyusunan RKPD Kabupaten Garut Tahun 2027 berjalan sistematis, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kecamatan Karangpawitan secara menyeluruh.








