GARUT, BuanaJabar.com – Bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Garut, selasa malam 20 September 2016, menyisakan kesedihan mendalam terhadap warga masyarakat yang terkena dampak langsung dari musibah yang tercatat sebagai kejadian terburuk dalam 50 Tahu terakhir di Jawa Barat. Kesedihan dirasakan oleh masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul dan Kecamatan Karangpawitan Garut.
Hingga Kamis 22 September 2016, Puluhan relawan dari Yayasan Al Irsyad bersama Klinik Yasyfa Garut, masih tampak berkeliling menyisir lokasi bencana untuk mencari korban.
Ruli Oktavian pemilik yayasan sekaligus pimpinan klinik yasifa menjelaskan pihaknya mengerahkan ratusan orang untuk terjun langsung ke wilayah titik rawan bencana alam seperti di wilayah Pananggungan, Cijampe Karangpawitan Kabupaten Garut.
“Apabila ada warga yang kesulitan mendapatkan obat-obatan dan makanan kami siap menjemput dengan ambulance dan kami siap membantu dengan sekuat tenaga untuk ikut meringankan beban saudara-saudara kami. karena ini merupakan tanggung jawab kita semua,” katanya.










