Pemkab Garut Gelar Konsultasi Publik Bersama Warga Cilawu Dan Banjarwangi

16.915 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT -Bupati Garut H Rudy Gunawan membuka acara Konsultasi Publik dalam rangka percepatan pembangunan wilayah Garut Selatan, Pembangunan Jalan Desa Sukamurni Kec.Cilawu ke Wangunjaya Kec.Banjarwangi – Ciarileu Desa.Mekarjaya Kec.Cikajang kabupaten Garut yang dilaksanakan di kecamatan Banjarwangi kabupaten Garut, Selasa 17 Maret 2020.

Hadir dalam kegiatan itu Tim Percepatan, Bappeda Garut, Kabag yankes, Kejaksaaan Negeri Garut, Perwakilan dari Polres, TNI, KOREM, Camat Banjarwangi, Camat Cikajang, Camat Cilawu, Danramil Cilawu, Danramil Banjarwangi, Danramil Cikajang, kepala Desa Sukamurni kecamatan Cilawu, kepala Desa Wangunjaya kecamatan Banjarwangi, kepala Desa Mekarjaya kecamatan Cikajang, perwakilan dari Pemerhati Lingkungan, Dinas Kehutanan, perwakilan warga masyarakat dari kecamatan Cikajang, Cilawu, Banjarwangi.

Advertisement

Dalam sambutannya Bupati Garut menyampaikan, pembangunan harus sesuai aturan, dalam pembangunan harus melalui perencanaan yang baik, tahun 2015 Pemkab Garut mengelontorkan anggaran sebesar Rp12 Milyar untuk membangun jalan mulai dari Cikajang hingga Toblong, dari kajian Geologi bahwa jalan dari Cikajang hingga ke Banjarwangi kondisinya tidak layak.

” Kenapa? Karena jalannya seperti kita lihat, di sisi tebing dan di sisi jurang, ahli geologi menyarankan kepada Bupati untuk membuat Trase baru, saya pernah meminta untuk memperlebar jalan yang sudah ada, tetapi mereka mengatakan tidak bisa karena kondisi tanahnya tidak mungkin dikeruk atau dilebarkan, apalagi spot sepanjang 3 Km tidak bisa apa apa, dan biayanya juga akan sangat besar” kata Bupati Garut.

Masih kata Bupati, Pemkab telah mengambil kesepakatan dengan DPRD terkait rencana pembangunan bagi 15 kecamatan yang kelak dikemudian hari menjadi anggota Otonomi Daerah Garut Selatan.

” Dalam rangka itu lah Pemkab Garut menyediakan anggaran di tahun 2020 sebenar Rp 100 Milyar untuk mempercepat aksesbility di Garut Selatan, contoh nya daerah Cisangkal kecamatan Cihurip yang dihubungkan dengan Jatisari Cisompet, kami juga kini membangun jalan dari Tomblong, ke Pangrumasan masuk ke Purwajaya, atau dari Pangrumasan masuk ke desa Mekarmukti, Sagara Cibalong, tapi itu harus sesuai aturan, saat ini kita mengeluarkan anggaran Rp 4 Milyar untuk jalan Surapati Cigintung, saya mohon maaf bahwa kami merencanakan secara teknokratik, jalan yang akan membackup kalau sewaktu – waktu ada bencana sehingga akses ke sini akan ke tutup” paparnya.

Disampaikan juga oleh Bupati, di Garut ada yang disebut kecamatan tertinggal, ada 5 kecamatan termiskin di kabupaten Garut yaitu kecamatan Pamulihan, Cihurip, Banjarwangi, Peundeuy dan Malangbong. Miskin dalam konotase bahwa rata – rata pengeluarannya itu hanya Rp 22.000/ orang.

Sambung Bupati, terkait pembangunan Poros Cilawu – Banjarwangi, Pemkab Garut secara teknokratik membuat perencanaan untuk membangun jalan tembus dari kecamatan Cilawu menuju kecamatan Banjarwangi melalui beberapa desa, supaya ada back up.

” Tidak ada jalan lain kita harus membuat jalan baru yang mempunyai kepastian jalan itu aman dari longsor, di cek lah jalan poros dan itu bisa aman, tapi ada satu yang harus dilalui yaitu izin pemanfaatan kawasan hutan atau pinjam pakai itulah yang belum ada hari ini, yang kedua ada banyak orang yang memberikan perhatian terhadap lingkungan, maka perlu kajian Amdal, kalau itu di buat jalan apakah ada satwa yang akan punah baik habitat Herbivora, Kanivora atau apapun termasuk mata air, pasti ada dampak, kita tidak bicara untungnya tapi kalau jalan ngahieng maka akses barang dan orang ke Cilawu menuju ke Banjarwangi atau sebaliknya akan lebih cepat” ucapnya.

Rudy mengatakan, melalui komunikasi publik ini saatnya warga untuk menyampaikan apa yang menjadi harapan dan permintaan adanya membangunan jalan poros ini, misalkan sok bangun tapi ulah banjir ( Silahkan bangun tapi jangan terjadi banjir ) bagaimana solusinya, sok bangun tapi ekosistem terjaga, sok bangun asal mata air ulah leungit ( silahkan bangun tapi ekosistem terjaga, silahkan bangun tapi mata air jangan hilang ) dan sebagainya.

” Nah dalam acara Konsultasi Publik ini silahkan sekarang yang bicara masyarakat, intinya adalah kalau didahului oleh dokumen lingkungan peraturan memperbolehkan adanya pinjam pakai kawasan hutan untuk kepentingan umum, itu diperbolehkan, jadi saya datang ke sini secara bertahap kita bangun Banjarwangi, kita akan membawa beberapa dokumen mana yang akan kita bangun, untuk mempersiapkan Garut Selatan” pungkasnya.