Pemkab Pandeglang Menjerit, Bantuan Dari Pemprov Dipangkas

15.803 dibaca

PANDEGLANG, BuanaJabar.com – Bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang pada tahun 2016 berkurang dibanding dengan tahun 2015 sebelumnya. Dimana pada tahun 2015 lalu Pemkab mendapat alokasi bantuan sebesar Rp 64 miliar, namun tahun 2016 ini hanya dialokasikan sebesar Rp 45 miliar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang Anwar Fauzan menyayangkan jumlah alokasi bantuan keuangan dari Pemprov Banten yang berkurang tersebut. Padahal menurut Anwar, Kabupaten Lebak yang dinyatakan sama tertinggal dengan Pandeglang mendapat alokasi bantuan mencapai Rp 123 miliar.

Advertisement

“Yang pasti anggaran dari Pemprov tersebut berkurang, namun saya tidak tahu persis alasan pengurangan tersebut. Mungkin karena Pemkab Pandeglang menetapkan duluan APBD 2016, karena Pemprov belum turun peraturan Gubernurnya. Sehingga alokasi untuk tahun 2016 akan dianggarkan melalui penjabaran anggaran di 2016,” kata Anwar kepada Banten Raya, ditemui dikantornya, Kamis (21/7).

Anwar mengatakan, dengan berkurangannya jumalah bantuan dari Pemprov tersebut dikhawatirkan akan menghambat pembangunan di Pandeglang. Apalagi saat ini Pemkab tengah gencar memperbaiki tata kelola infrastruktur untuk menunjang sektor pariwisata salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

“Dengan adanya pengurangan bantuan anggaran dari Pemprov tersebut pastinya akan menghambat proses pembangunan,” ujarnya.

Menurut Anwar, bantuan yang berkurang tersebut dimungkinkan akibat banyaknya pekerjaan pembangunan yang tidak selesai pada tahun 2015. Bahkan adanya regulasi terkait bantuan Dana Desa juga dinilai menjadi alasan Pemprov memangkas jumlah bantuan keuangan. Karena sejak tahun lalu Pemerintah Pusat telah mengalokasikan Dana Desa secara langsung untuk masing-masing Desa. Sehingga kemungkinan beban tersebut tidak perlu lagi ditanggung oleh Pemkab.

“Tetapi sekarang kan ada anggaran yang langsung turun ke Desa. Mungkin hal tersebut kira-kira yang menjadi penyebab lainnya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Pandeglang Winarno mengatakan, meski mengalami penurunan jumlah alokasi bantuan keuangan tersebut, namun Winarno menghimbau kepada setiap SKPD yang nantinya menerima bantuan dapat memanfaatkan dengan baik dan tidak menjadikan hal tersebut sebagai faktor untuk mengurangi kinerja dalam membangun Pandeglang. Untuk itu pihaknya berharap Pemprov mempertimbangkan kondisi Pandeglang agar dapat meningkatkan bantuan keuangan pada APBD Perubahan tahun 2016.

“Mudah-mudahan di perubahan nanti bantuan keuangan dari Pemprov untuk Pandeglang bisa bertambah,” katanya.