
PANDEGLANG, BuanaJabar.com – Pemerintah Kabupaten Pandeglang sangat mengapresiasi kegiatan Panen Raya Padi bersama Penyuluh Petani Swadaya (PPS). Diharapkan Kabupaten ini nantinya akan menjadi lumbung benih padi di Banten
“ Penangkaran benih di Pandeglang ini harus di tingkatkan karena suatu saat nanti bukan tidak mungkin akan menjadi pelopor dan kontributor benih padi di Banten bahkan nasional, maka dari mari kita sama sama khususnya petani harus merubah pola pikir ingin dengan niat memajukan pertanian dan mendukung Ketahan Pangan di Pandeglang, ” Kata Bupati Pandeglang Irna Narulita saat menghadiri Panen raya padi bersama penyuluh petani swadaya di Desa Surianen Kecamatan Patia.
Bupati juga menyampaikan kedepannya kesejahteraan petani akan terus ditingkatkan demi terciptanya hasil yang memuaskan dan di tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Pandeglang akan memfokuskan di bidang insfrastruktur pertanian
“ Ada sekitar 5000 hektar lahan kosong pertanian, itu harus digunakan sebaik baiknya, kedepanya saya sudah tidak mau mendengar lagi masyarakat membeli beras di Karawang, justru kalau bisa sebaliknya, ” lanjutnya.
Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan Pandeglang Ali Fahmi Sumanta menjelaskan ini merupakan kegiatan penangkaran benih dan percontohan Penyuluh Petani Swadaya (PPS) di semua Kecamatan
” Kita mempunyai PPS namun untuk fokus percontohan dilakukan di kecamatan Patia yang ada sekitar 85 penyuluh kita juga bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Koramil Kecamatan Patia dan Gapoktan yang tidak lain bertujuan untuk meningkatkan swasembada pangan di Pandeglang, ” Kata Ali
“Di Patia ada lahan sekitar 10 hektare dan benihnya sebelumnya sudah di tampung oleh Gapoktan yang ada di Cimanuk, adapun hasil yang diperoleh sekitar 8,5 ton per hektare, untuk kualitas bedasarkan hasilnya disni kita memakai padi jenis megongga sudah sangat bagus”, ungkapnya.
Sementara itu salah satu Penyuluh Aep Saepulah mengatakan hasil panen tahun ini cukup bagus yang menggunakan benih berlabel megongga, apalagi harga jual gabah calon benih lebih tinggi dibanding gabah kosumsi,
“ Mudah-mudahan harapan kami petani atau kelompok untuk bisa menjadi penangkar benih padi karena hal demikian sangatlah berpotensi”, katanya.
Hadir dalam acara ini Anggota DPRD komisi II Bidang Pertanian Anton Haerul Samsi, Kepala BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Provinsi Banten Muchamad Yusron, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Wowon Dirman, Camat Patia Atmaja Suharja, Unsur Muspika dan para penyuluh Pertanian swadaya, dan Para Gapoktan.









