Pemkab Pandeglang Targetkan 12 Desa Lepas Dari Desa Predikat Tertinggal

18.272 dibaca

BUANAINDONESIA, PANDEGLANG – Dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pandeglang ditengah kondisi ekonomi global saat ini, diperlukan sinergitas Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi dan Pusat. Kebijakan Pemerintah terkait pertumbuhan produk domestik bruto harus difokuskan pada upaya mendorong perluasan kesempatan kerja yang lebih layak,

hal ini terlontar dalam pembukaan sosialisasi Sustainable Development Goals (SDG’S) yang dilaksanakan oleh Bapeda Kabupaten Pandeglang, Jumat 28 April 2017.

Advertisement

Tanto W Arban, Wakil bupati Pandeglang mengatakan,  agar dalam penyerapan anggar dapat lebih dirasakan oleh masyarakat, jadi bukannya SKPD berlomba menyerap anggaran yang banyak tetapi bagaimana anggaran yang di serap oleh SKPD, manfaatnya dapat langsung di rasakan oleh masyarakat,

” Dan keberhasilan dalam menggunakan anggaran secara langsung di rasakan oleh masyarakat Pandeglang secara optimal. Jadi saya harapkan kepada SKPD bukan berlomba menyerap anggaran yang banyak, tetapi bagaimana anggaran yang sudah di serap lebih bermanpaat keoada masyarakat, dalam pembangunan yang nyata, bukan hanya menimbulkan pencitraan saja tetapi kinerja yang nyata dan benar dapat poin kemanpaatannya,” ungkapnya

Lanjut Tanto, agenda pembangunan berkelanjutan adalah SDG’S atau TPB, mencakup 17 tujuan, 169 target, dan 241 indikator,

” tujuan- tujuan yang harus dicapai ada empat pilar pembangunan, pertama pilar pembangunan sosial, ekonomi, lingkungan dan pilar pembangunan Hukum. Kalau kita laksanakan empat pilar pembangunan ini saya yakin kita dapat mencapai target yang baik, dan target RPJMD akan tercapai, dengan target gelobal yang selanjutnya akan di susun menjadi database perncanaan pembangunan yang keberlanjutan. Sekali lagi saya mengharapkan kinerja para SKPD, dapat teruus giat dan mendorong pembangunan yang nyata jangan hanya melakukan pencitraan di lapangan tetapi kebermanpaatan tidak terasa oleh masyarakat, untuk apa berlomba melakukan penyerapan anggaran yang besar, tetapi masyarakat tidak merasakan manfaat yang keberlanjutan, ” kata dia

Di Kabupaten Pandeglang masih banyak infrastuktur yang belum layak, banyaknya jalan yang rusak, pengangguran yang makin bertambah, masih ada sekitar 75 Desa tertinggal dari 326 Desa,

” Tahun ini kita akan entaskan sebanyak 12 Desa, tahun 2018 16 Desa, untuk penganguran kita akan kawal program dari Pusat salah satunya BUMDes. Saya harapkan ditahun ini 326 Desa di Kabupaten Pandeglang sudah mempungsikan BUMDes sebagai penggerak perekonomian masyarakat Desa, agar banyaknya masyarakat yang terlibat dalam BUMDes, sehingga sedikit demi sedikit pengangguran dapat kita kurangi, ” tandasnya