BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT-Minimnya kesadaran membayar zakat dari masyarakat, menghambat pendapatan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Garut, dan mengakibatkan sebagian kebutuhan pokok yang wajib dibayarkan mengalami kelumpuhan. Demikian yang disampaikan Ketua Baznas Kabupaten Garut, H. Aas Kosasih, S.Ag, M.si., pada hari rabu, 24 januari 2018 saat ditemui di ruang kerjanya, jl. Pramuka, Kecamatan Garut Kota.
“Terkait dengan minimnya zakat, dampak dari masih kurangnya kesadaran bagaimana pentingnya membayar zakat, kita akan adakan terobosan jemput bola secara door to door.” sambung RD, sapaan akrab Aas Kosasih.
Untuk sementara, katanya akan dilakukan kepada para perusahaan swasta yang ada di Kabupaten Garut.
“Kami sudah melakukan pengecekkan terhadap Unit Pengelola Zakat (UPZ) di setiap kecamatan, ternyata laporan hasilnya minim, karena beberapa SKPD di antaranya ada yang belum masuk membayar zakat tersebut.” lanjut RD.
“Maka untuk menutupi terkait pembayaran yang dinilai wajib, sementara tidak fokus dulu kepada ASN, melainkan akan segera melakukan door to door datangi para pengusaha pabrik swasta untuk jemput bola.” pungkasnya.
Editor: NA











