Pendemo Kecam Emil Terkait Ijin Taksi Online

14.945 dibaca

BUANAJABAR.COM, BANDUNG -Gabungan Pengemudi Taksi Bandung (GPTB), Rabu, 2 Oktober 2016 siang ini melakukan aksi demo yang kedua kalinya. Ribuan massa bertahan di gerbang kantor Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Jalan Merdeka agar memenuhi tuntutannya aga segera dibubarkan keberadaan Taksi liar berbasis aplikasi online berplat hitam.

Ketua GPTB, Tedy Nugraha mengutuk keras terhadap Ridwan Kamil agar permohonan kami ini dikabulkan serta mau bertemu dengan para pengemudi agar memberikan solusi.

Advertisement

” Kebijakan Ridwan Kamil dalam memberikan izin operasi kepada Taksi berplat hitam ini sungguh sangat merugikan bagi Taksi resmi berplat kuning,” kata Tedy disela-sela aksi demo, Rabu, 2 Oktober 2016.

Dijelaskan Tedy, sejak hadirnya transportasi online di Kota Bandung, para sopir taksi mengaku pendapatan mereka menurun hingga 75 persen.

Aksi demo ini datang ke Balai Kota Bandung untuk menagih janji Emil, agar jangan mengizinkan transportasi online beroperasi di Bandung

” WaliKota keluarkan statement bahwa Grab dan Uber tidak diizinkan beroperasi di Bandung. Kami tunggu selama 6 bulan. Kami sudah bertahan. Jangankan untuk setoran, untuk makan pun tidak mampu,” terang Tedi.

Tedi meminta Pemkot Bandung mengeluarkan kebijakan untuk menyelamatkan nasib para sopir taksi.

” Tolong diperhatikan. Kami masyarakat kecil. Kami sama-sama pengemudi yang terpanggil. Kebijakan apa yang diambil oleh Pemkot Bandung, setidaknya ada yang bisa menahan, jangan biarkan begitu saja,” tegasnya.

Massa masih bersikukuh menanti Emil menemui mereka. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung sempat akan menemui mereka namun ditolak.

“Kami tidak mau diwakili. Kami mau Ridwan Kamil datang ke sini. Keluar! Jangan sembunyi di bawah meja,” kata orator.

Sambung Tedy, semua massa yang tergabung ini akan terus bertahan dan meminta Ridwan Kamil sebagai penanggung jawab atas izin operasi Taksi berplat hitam tersebut. Dan kami akan terus bertahan sampai keinginan dikabulkan, juga Emil mau menemui Terangnya.