Penganugerahan Pahlawan Nasional KH. Ahmad Sanusi Masih Menunggu Keputusan Presiden

13.673 dibaca
KH. Fajar Laksana usai mengikuti Rapat wacana penganugerahan KH. Ahmad Sanusi sebagai Pahlawan Nasional Indonesia, Gedung Sate,13 April 2018 (BUANA INDONESIA NETWORK/Dini Kamilani)


BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG- Rapat mengenai KH. Ahmad Sanusi agar mendapatkan gelar pahlawan nasional Indonesia kembali digelar di ruang rapat Malabar, Gedung Sate hari ini, Jumat, 13 April 2018.

Menurut KH. Fajar Laksana, Rapat kali ini adalah mem follow up hasil seminar di Sukabumi sebelumnya, tentang sumbangsih KH. Ahmad Sanusi pada NKRI.

Advertisement

“Dalam hasil rapat semuanya sepakat baik dari ahli sejarah, birokrasi, aparat pemerintah, militer, kepolisian, veteran, dan dari masyarakat menyatakan bahwa tidak ada keraguan lagi jasa kyai haji Ahmad Sanusi sudah layak menjadi pahlawan nasional,” papar Fajar Laksana saat ditemui seusai rapat di Gedung Sate.

Hanya saja dalam hal ini, Fajar menjelaskan terdapat beberapa kendala yang harus diatasi, seperti kendala dari sisi politis, dalam hal ini adalah melobi kepada bapak presiden agar Kyai Haji Ahmad Sanusi lolos ditahun ini untuk diangkat menjadi pahlawan nasional.

“Ini masih kendala, karena mengakses ke presiden juga bukan hal yang mudah,” ujarnya.

Perlu ada dukungan dari media, masyarakat, tokoh masyarakat, juga dari sisi politis, dari anggota dewan dan sebagainya.

“Dan ujungnya tentunya kita memohon amat sangat kepada bapak presiden Jokowi¬† karena yang menentukankan beliau,” papar Fajar, kembali menegaskan.

Media diharapkan bisa menginformasikan mulai dari aksi gerakan masyarakat mendukung KH. Ahmad Sanusi dengan 1 juta tanda tangan sudah dilakukan. kemudian juga surat dukungan dari masyarakat, dan para tokoh sudah diberikan kepada presiden.

“Dari tim TP2GD (Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat ) seminar akademik semuanya sudah dilakukan, tim pengusul sudah oke, tinggal disini ada politik will nya kebijakan dari Presiden untuk mengangkat KH. Ahmad Sanusi di 10 November nanti diharapkan bisa menjadi pahlawan nasional,” pungkas Fajar.