
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG- Warga berbodong-bondong datangi dan hampir memenuhi sekitar Balairung Rudini Kampus IPDN, Jl. Ir. Soekarno Km. 20 Jatinangor Kabupaten Sumedang, untuk melakukan pembuatan e-KTP, akta kelahiran dan kartu keluarga. Kegiatan ini adalah bagian dari Program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi kependudukam yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat.
“Tentu yang ditekankan pada hari ini adalah KTP elektronik, tentu ketika kependudukan ini datanya akurat berbagi keperluan data akan akurat juga, dalam proses demokrasi akan akurat juga, siapa yang berhak untuk mencoblos akurat, dimana saja tempat tinggal mereka yang mau mencoblos akurat, ketika dia mau pindah dari suatu tempat dan mau mencoblos ditempat berikutnya dia mencoblos akurat,” tutur Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sesaat setelah menghadiri acara tersebut, Rabu, 11 April 2018.

Sehingga, tambah Aher, nantinya tidak ada data yang rangkap, karena satu NIK satu orang, ketika pemilik NIK hadir di daerah lain, atau pindah maka tetap dengan NIK yang sama.
“Tentu dalam waktu dekat ini sangat diperlukan untuk pembangunan demokrasi lewat pilkada, maupun lewat pileg, maupun pilpres tahun 2019,” tambah Aher.
Adapun secara umum ini berlaku untuk pelayanan publik untuk penganggaran, pembangunan pendidikan, pembangunan kesehatan, pembangunan bidang apapun, sebab tentu program pembangunan akan akurat manakala berdasar pada data pendudukan dan juga hitung-hitungan ilmiah, sehingga ketika ada sebuah program, program tersebut tentu saja dicanangkan untuk para penduduk.









