Polres Pandeglang Bekuk Pembajak Akun Facebook Ujaran Kebencian

7.558 dibaca

BUANAINDONESIACO.ID Pandeglang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang berhasil menangkap pelaku ujaran kebencian di media sosial, Facebook, yang di lakukan oleh pelaku dengan cara membajak akun Facebookn milik orang lain, berdasarkan Laporan Polisi Nomor.LP/197 IxI 2018/Pandeglang tanggal 25 Oktober 2018, Berdasarkan bukti yang cukup, berdasarkan laporan tersebut Satreskrim Polres Pandeglang langsung begerak cepat menangkap pelaku pembajak akun tersebut, Selasa 29 Oktober 2018.

Advertisement

Telah terjadi dugaan tindak pidana ujaran kebencian di media sosial, dengan cara membajak akun Facebook korban yang bernama, Galuh Al Rizki Seyiwan, akun tersebut di bajak oleh pelaku berinisial AAJ.

“Pelaku sudah kami tangkap, di wilayah kepulauan seribu Jakarta tepatnya Pulau Tidung, tersangka akan kita kenakan Pasal, dengan setiap yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/ atau kelompok masyarakat tertentu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA)dan/ atau dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun sebagaimana dimaksud dalam pasal 45A aya (2) Jo Pasal 28 ayat (2) dan atau pasal 30 ayat (1) UURI Nomor 19 tahun2016 tentang perubahan atas Undang-u tentang Informasi dan Elektronik.Momor 11 tahun 2008, dengan kurungan 6 Tahun, Papar Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amston dalam Perss Release Selasa 30 Oktober 2018.

Lanjut Indra Lutrianto Amstono, dengan kejadian ini masyarakat harus hati hati dalam menggunakan Medosos.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar hati hati ketika memposting tulisan ataupun gambar-gambar, harus bijak dalam menggunakan Medsos, Facebook, Twiter dan Instagram atau yang lainnya, apalagi membajak akun orang lain, kemuduan ketika membuat akun harus benar- benar aman agar tidak bisa di bajak orang lain,” pungkasnya.

Semenatara tersangka AAJ, karena sakit hati kepada korban (Galuh) ,red, karena dulu pernah mempitnanyah memakan uang perusahaan.

“Saya sakit hati sama Galuh yang pernah mempitnah saya, kemudian saya buat akun Facebook atasnama Galuh, dengan menulis kata-kata ujaran kebencian, supaya yang di tuduh oleh masyarakat dan di benci ( Galuh ), saya bikin dua Akun Facebook,yang satu akun pribadi saya yang satunya lagi akun atasnama Galuh lengkap dengan poto-poto nya,” ungkapnya

Sementara Galuh Al Rizki Seyiwan, Korban pembajakan Akun Facebook di Medsos, dirinya pertama tidak tau kalau akun saya ada yang bajak.
“Saya terimakasih ke Polres Pandeglang yang sudah menangkap pelaku Pembajak Akun Facebook saya, dengan di bajaknya akun saya, saya tidak tenang karena masyarakat masih nyari-nyari saya, bahkan di ancam kepala saya mau di penggal bahkan katnya darah saya halal, sekarang saya bersukur pelakunya sudah tertangkap, ternyata pembajak akun saya temen saya sendiri, sekarang saya minta nama baik saya di bersihkan kembali, bahwa yang menulis ujaran kebencian dan menghina agama bukan saya tetapi orang lain yang sengaja membajak Akun Facebook mengatasnamakan saya, sekali lagi nama saya ingin bersih, supaya hidup saya tenang,” tandas Galuh.