Prihatin Atas Nasib Nelayan, Ini yang Direkomendasikan HNSI Jabar

17.081 dibaca
Ketua HNSI Jabar saat diwawancarai awak media, kamis, 16 maret 2017

BUANAINDONESIA.COM, JABAR – Perbaikan nasib nelayan di Jawa Barat menjadi fokus utama DPD HNSI ( Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Provinsi Jawa Barat. DPD Jabar HNSI akan selalu berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan hidup para nelayan khususnya nelayan wilayah Jawa Barat.

Hal itu dikatakan Ketua DPD HNSI Provinsi Jawa Barat H. Nandang Permana saat ditemui para wartawan di Kantor Sekretariat HNSI Jabar, Jl. Dago Pakar Barat No. 9B, Bandung, 16 maret 2017.

Advertisement

Nandang yang didampingi Sekretaris HNSI Jabar Chevi Epi Sutisna menuturkan jumlah Nelayan di Jabar saat ini ada sekitar 600 ribu orang yang tersebar seluruh Jabar, namun, bila dilihat dari kehidupannya rata-rata para nelayan masih hidup dibawah garis kemiskinan.

” Untuk itu, HNSI Jabar dan 11 Kabupaten berkewajiban untuk memperjuangkan nasib hidup para nelayan Jabar agar mereka dapat hidup layak. ” kata Nandang

Terus terang, potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki oleh provinsi Jawa Barat sangat besar, namun, masalahnya, para nelayan di Jabar tidak memiliki Kapal penangkap ikan yang memadai

” Kalaupun ada kapal yang cukup besar, itu dimiliki oleh para bandar. Sedangkan nelayan hanya sebagai pekerja semata”, ujar Nandang.

Masih dikatakan Nandang, sejauh ini berbagai Permen (peraturan menteri ) sudah dikeluarkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan tapi belum pernah ada Permen PK yang khusus untuk kesejahteraan Nelayan

“Untuk itu HNSI Jabar akan memperjuangkan hal itu dengan merekomendasikan ke pusat agar menjadi bahan pertimbangan dan masukan untuk disahkan dalam Peraturan Menteri”, harap Nandang.

Sebelumnya, mengusung hasil Rakor HNSI jabar yang digelar beberapa waktu lalu, organisasi ini menghasilkan poin penting Rakor, diantaranya penguatan struktur organisasi di tubuh DPD, DPC periode 2015-2020, Inventarisasi, validasi data keanggotaan ( data base), restrukturisasi kepengurusan, standarisasi pelatihan, Membuat media komunikasi & Informasi (Website), Membentuk Koperasi HNSI.
Selain itu, dalam bidang Bina Program disepakati diantaranya: melaksanakan program Pesisir acaang berbasis solar cell,  Merencanakan dan melaksanakan Safety Fishing berbasis UHF dan WIFI (GPS,VMS dan Fish Fider), Melakukkan monitoring pada setiap TPI, PPI atau PPN sebagai media informasi nelayan dan membuat aplikasi marketing online.
Lebih lanjut Nandang mengatakan, untuk bidang Hukum dan HAM, HNSI Jabar akan membuat biro khusus Hukum untuk mengkaji dan mendalami setiap regulasi yang dikeluarkan pemerintah dan menyusun yudisial review, membentuk LBH khusus bantuan hukum nelayan dan keluarganya, melakukan pelatihan dan sosialisasi produk hukum kepada nelayan, Melakukan pendampingan dan pembelaan kepada nelayan, melakukan koordinasi dan konsultasi kepada biro Hukum DPP HNSI Pusat.

” Semua hasil Rakor ini kita rekomendasikan ke DPP HNSI Pusat, untuk dijadikan bahan pertimbangan dan masukan. Karena kesemuanya ini bertujuan agar nelayan bukan dijadikan objek melainkan subjek, sehingga nelayan Jabar kedepan lebih maju dalam segala bidang”, pungkasnya.