BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Di tengah pandemi covid 19 yang terus meningkat dan telah menimbulkan banyak korban serta adanya dampak penurunan aktivitas ekonomi yang menimbulkan daya beli masyarakat yang rendah, tiba – tiba musibah kebakaran menimpa saudara kita warga pasar Leles, Minggu (20/6) hingga meluluh lantahkan semua kios-kios sementara di alun-alin leles, Namun demikian kami bersyukur karena tidak menimbulkan korban jiwa.
Hal ini disampaikan Galih F Qurbani pengurus Kadin Garut ketua Bidang Pengadaan barang dan Jasa ( konstruksi ) Kadin Kabupaten Garut .
Galih menyesalkan akan adanya peristiwa tersebut, karena masyarakat garut secara umum sedang menghadapi wabah covid 19 yang semakin mengganas, yang menimbulkan multi efek kususnya bagi melemahnya perekonomian masyarakat, dan tentu saja musibah kebakaran ini akan menjadi masalah baru bagi kemampuan ekonomi para pedagang sementara yang mengandalkan usahanya dari berdagang ditempat tersebut.
” Untuk itu kami menghimbau kepada pemerintah agar segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk membangun kembali pasar tersebut yang menjadi tumpuan ekonomi para pedagang yang menjadi korban bencana kebakaran” ujarnya.
Masih kata Galih, begitupun kami berharap agar pemerintah segera mempercepat proses pembangunan pasar leles tahap ketiga ini agar bisa berjalan lancar.
” Dan tidak meimbulkan masalah seperti tahun sebelumnya yang telah menimbulkan permasalahan hukum” ucap Galih.
Menurutnya, jika dilihat dari jenis kejadiannya maka kebakaran pasar leles ini bisa dikatagorikan sebagai sebuah bencana.
” Karena itu bupati garut bisa menggunakan alokasi dana BTT yang masih tersedia 12 M untuk merekontruksi bangunan dan kios pasar leles yang terbakar tanpa harus menunggu usulan anggaran pada tahun depan karena jika kita asumsikan biaya pembangunan kembali kios-kios sementara itu tidak akan lebih dari Rp, 1.5 M. Kasihanlah para pedagang itu jika harus menunggu anggaran tahun depan dan menggunakan anggaran reguler APBD” tutur Galih..
Tetapi sambungnya, meski dengan menggunakan dana BTT dan bisa direalisasikan cepat, namun pemda tetap harus melaui prosedur yang rasional dan cukup waktu.
” Kami Kadin yang merupakan organisasi para pengusaha/ penyedia barang dan jasa siap membantu pemerintah untuk segera membangun kembali dengan menyediakan penyedia /Kontraktor yang bonafid dan qualified sehingga bisa dilakukan pembangunan cepat dengan sistem full finansiring ( pembiayaan penuh ) tanpa menunggu proses pemda mengalokasikan dan mencairkan dari dana BTT tersebut” tegasnya
Galih Juga berharap , semoga pemerintah daerah memiliki strategi penganggaran yang tepat untuk pembangunan-pembanguan fasilitas publik seperti pasar, rumah sakit, puskesmas agar tidak membagi fase pembangun menjadi beberapa tahapan atau tahun penganggaran.
” Karena jika pembangunan fasilitas publik menggunakan tahapan seperti dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan teknis pembanguan seperti kejadian mangkraknya pembangunan pasar leles yang menimbulkan kerugian bagi para penerima manfaat untuk bisa cepat digunakan terlebih fasiltas publik tersebut berupa pasar yang merupakan elemen penting sebagai penggerak perekonomian rakyat” pungkasnya.










