Puluhan Warga Datangi Kantor Desa Cimanis

27.210 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID Pandeglang – Puluhan warga Desa Cimanis Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang datangi kantor kepala Desa, Rabu 24 Oktober 2018, Mereka menuntut janji Kepala Desa yang dianggap ingkar oleh masyarakat.

Advertisement

Pasalnya kepala Desa sempat menjanjikan kepada warganya akan membangun jalan lingkungan Desa Cimanis yang kondisinya dalam keadaan rusak, ternyata sampai sekarang janji Kepala Desa nya belum di wujudkan, hal tersebut memicu reaksi warga sehingga bersepakat untuk mendatangi kantor kepala desa untuk menanyakn dan menagih janji sang kades.

Dalalam aksi nya warga desa mengungkapkan kekesalannya atas tindakan pemerintahan Desa Cimanis yang diduga tidak menyelesaikan pembangunan, padahal sudah menjadi kewajibannya.

“ Kami tahu sekarang Dana Desa yang dikucurkan oleh pemerintah sangat besar tiap tahunnya, namun nyatanya pembangunan di desa kami itu tidak nampak dan ada juga pembangunan yang belum diselesaikan bahkan Pembangunan yang ada cuma asal – asalan saja, yang aneh nya lagi di salah satu kampung sudah terpasang prasasti tapi bangunan jalan tidak dibereskan. Masih banyak pekerjaan – pekerjaan yang mangkrak dan lebih miris nya lagi, insentif untuk guru ngaji tidak dibayarkan selama 2 tahun, yakni tahun 2016 dan 2017 lalu, itu kan sudah terlalu berani memakan hak orang,” tutur para orator aksi

Sementara Kepala Desa (kades) Cimanis kecamatan Sobang Tasma Hidaayat, mengatakan pihak nya berterimakasih atas kedatangan masyarakat, bahkan ia menganggap hal ini sebagai moment bagus karena menurut nya dengan cara seperti ini bisa dijdikan sarana komunikasi dan konsultasi antara masyarakat dan pemerintahan desa, pihak nya pun mengakui kalau imformasi kadang tidak sampai ke masyarakat.

” Saya ucapkan terimakasih atas kedatangan warga ke desa, itu adalah moment yang bagus, karena apa, sebetulnya kami ingin seperti ini, warga bisa saling konsultasi dengan pemerintahan desa, karena mohon maaf kadang-kadang informasi atau sosialisasi tida sampe, jadi kami merasa bangga didatangi masyarakat, aspirasi dan usulan nya langsung kami catat” ungkapnya

Masih kata Tasma Hidayat, Menanggapi tudingan masyrakat mengenai jalan lingkungan yang tidak selesai atau mangkrak, iya mengatakan bahwa itu bukan tida selesai tetapi karena anggaran yang tidak bisa turun seratus persen, karena jalanya terlalu panjang.

” Bukan tidak selesai, jadi karena anggaran itu ga bisa turun sekaligus karena jarak nya sangat panjang panjang, jadi kita arahkan sedikit-sedikit tiap tahun, adapun prasasti yang saya pasang itu sengaja karna masyarakat mendesak, kalo tidak percaya saya prasastinya sebagai bukti kalau jalan lingkungan sudah kami anggarkan hanya belum turun” paparnya

Lanjut Tasma, untuk insentif guru ngaji, itu bukan tidak diberikan tapi pihak nya mengaku belum menghubungi ketua Mejlis Ulama Indonesia (MUI) tingkat Desa Camanus, guru ngaji itu bukan insentif tapi pembinaan yang dikasihkan setahun sekali.

“Kalau guru ngaji, ya itu memang belum kami hubungi ketua MUI Desa, karena ada kepengurusan MUI, anggaran di tahap tiga ini belum turun, dan guru ngaji itu bukan insentif tapi pembinaan yang di berikan nya setahun sekali, beda dengan prangkat desa yang setiap bulan di berikan”, pungkasnya.