BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Perjuangan Nurzuchraeni, S, P.d, kelahiran Bandung 46 silam yang rela meluangkan tenaga pikiran dan waktunya untuk memberikan sebagian ilmu dan pengalamannya di dunia pendidikan sebagai Kepala Sekolah di SLB AT-TURMUDZI 1 yang bertempat di desa cikarag Kecamatan Malangbong patut mendapatkan reword dari pemerintah.
Pasalnya Kepala Sekolah yang akrab disapa “ibu Nur” ini rela hilir mudik setiap hari berangkat pagi-pagi buta dari rumahnya yang berada di bandung yang jarak tempuh ke lokasi tempat kerjanya sekitar 80 km.
Dan semenjak menjabat sebagai Kepala Sekolah pada tahun 2015, telah membuat perubahan yang positif, baik dalam hal administrasi maupun dalam hal infrastruktur sekolah, dibantu dengan guru-guru dan masyarakat sekitar yang juga ikut berpartisifasi, imbuhnya kepada Buanaindonesia, Rabu 24 Oktober 2018.
Dengan luas lahan sekolah yang sangat terbatas yakni kurang lebih 20 m², yang terdiri dari tiga lokal bangunan, yaitu satu bangunan kantor, dua bangunan kelas, ia pelihara dengan anggaran yang ada.
” Sedangkan tenaga pengajar yakni guru yang ada di sekolah sebanyak enam orang, operator satu dan saya sebagai kepala sekolah, dengan jumlah murid 29 siswa, yang terbagi dari 14 siswa SD dan 15 siswa SMP, dan karena dengan keterbatasan usia anak, maka SLB AT-TURMUDZI 1 belum mempunyai siswa tingkat SMA”, jelasnya.
Berbicara soal prestasi di SLB AT-TURMUDZI 1, sekarang ini sedang fokus ke bidang keterampilan anak dalam hal merias wajah, dan kemarin-kemarin dibidang atletik dan bidang baca tulis puisi pernah menjadi juara ditingkat kabupaten, dan tindak lanjut dari itu, ia bersama dengan guru-guru sedang merealist buku puisi tentang jingga, dan akan siap diedarkan.
Ia berharap agar dirinya bisa lebih baik dalam mengemban tugasnya dan bisa lebih memajukan dunia pendidikan, khususnya pendidikan luar biasa supaya lebih bisa berprestasi, pungkasnya. (chandra)










