Puskesmas Cilawu Sabet WBK, Pemkab Garut Optimistis Separuh UKPP Berpredikat ZI pada 2029

14.722 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut terus memperkuat komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Hal tersebut ditandai dengan diraihnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) oleh UPT Puskesmas Cilawu dalam ajang SAKIP dan ZI Award Tahun 2025 yang digelar Kementerian PANRB.

Advertisement

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengikuti kegiatan bertema “Transformasi Akuntabilitas dan Integritas Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut secara daring dari Gedung Command Center, Kecamatan Garut Kota, Rabu (11/2/2026).

Bupati menyampaikan apresiasi atas capaian Puskesmas Cilawu yang dinilai sebagai hasil dari proses panjang dan komitmen kolektif dalam membangun budaya kerja berintegritas. Ia berharap keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi unit kerja lain di lingkungan Pemkab Garut.

“Ke depan kita harapkan semakin banyak unit kerja yang menyusul. Ini bisa menjadi contoh praktik baik bagi yang lainnya,” ujar Bupati.

Inspektur Daerah Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, menuturkan bahwa sebelumnya Disdukcapil Kabupaten Garut juga telah meraih predikat WBK. Saat ini, Pemkab Garut menargetkan peningkatan status menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), sekaligus memperluas jumlah Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) yang meraih predikat Zona Integritas.

Ia optimistis hingga tahun 2029, lebih dari 50 persen UKPP di Kabupaten Garut dapat mengantongi predikat WBK maupun WBBM melalui evaluasi pemerintah pusat.

“Seluruh UKPP akan terus kita dorong mengikuti penilaian WBK dan WBBM. Targetnya pada 2029 nanti, minimal separuh dari unit pelayanan publik sudah berpredikat Zona Integritas,” jelas Didit.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi sektor kesehatan. Puskesmas Cilawu menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama pertama di bawah Dinkes Garut yang berhasil meraih WBK setelah melalui proses pembinaan selama tiga tahun.

“Beberapa puskesmas lain juga sedang berproses. Mudah-mudahan tahun depan RSUD dan puskesmas lainnya dapat menyusul,” ungkap dr. Leli.

Kepala UPT Puskesmas Cilawu, dr. Titi Sari, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja tim dan dukungan penuh pemerintah daerah. Ia memastikan komitmen antikorupsi dan peningkatan mutu layanan akan terus menjadi prioritas.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi integritas dan transparansi,” ujarnya.

Penghargaan ini sekaligus mempertegas langkah Pemkab Garut dalam mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) secara konsisten, guna mewujudkan birokrasi yang profesional, bersih, dan melayani masyarakat secara optimal.