CIREBON, BuanaJabar.com – Kasus pembongkaran kuburan dan pencurian tali pocong pada Jasad Nurlela (17) di Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Sabtu 7 Agustus 2016 kemarin, masih menjadi perbincangan hangat, tak hanya di Cirebon, berita adanya kasus tersebut bahkan mulai ramai dan jadi topik hangat didunia maya.
Semasa hidupnya almarhum Nurlela, dikenal oleh tetangga dan rekannya sebagai seorang gadis yang pandai dan supel dalam pergaulan, baik dilingkungan maupun disekolahnya. Namun naas, gadis manis itu harus meninggal pada usia yang begitu belia karena penyakit epilepsi yang dideritanya.
Sobari kakek dari almarhum Nurlela menceritakan, cucunya menderita penyakit epilepsi sejak kecil. Ia menjalani hidup yang tidak normal seperti anak-anak seusianya.
“Nurlela dari dulu sering kejang-kejang dari umur 10 tahun. Selama itulah Nurlela terpaksa harus menjalani pengobatan rutin karena penyakitnya sering kumat,” katanya.
Lebih jauh Sobari menuturkan, Nurlela meninggal karena terlambat minum obat. Hampir setiap minggu dirinya selalu mengantar almarhum ke puskesmas untuk berobat. Namun seminggu terakhir puskesmas yang biasa didatangi Nurlela kehabisan stok obat epilepsi. Terpaksa Nurlela tidak mengkonsumsi obat pada pekan itu, akibatnya pada hari Jumat 5 Agustus 2016, Nurlela jatuh tak sadarkan diri, hingga akhirnya meninggal dunia.
“Kami tidak menyangka setelah jenazah Nurlela dikuburkan, kuburan Nurlaila dibongkar oleh orang tak bertanggung jawab untuk syarat melakukan kesaktian ilmu hitam, kami juga tidak merasakan tanda atau firasat apapun, kalau hal ini akan terjadi,” kata Sobari.










