Rakor MBG Garut Bahas Dampak Ekonomi Lokal, Bupati Dorong Prioritas Bahan Baku dari Warga

2.805 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut menggelar rapat koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat kabupaten yang dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Ruang Rapat Setda, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (11/3/2026).

Advertisement

Dalam rapat tersebut, Bupati menegaskan bahwa program MBG merupakan kebijakan strategis nasional yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan gizi anak, tetapi juga harus mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa saat ini di Kabupaten Garut telah beroperasi sebanyak 425 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keberadaan unit layanan tersebut diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan generasi muda di daerah.

Namun demikian, Bupati memberikan perhatian khusus terhadap aspek ekonomi lokal dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menyoroti adanya sejumlah laporan dari masyarakat terkait pemenuhan bahan baku SPPG yang masih banyak didatangkan dari luar wilayah, bukan dari petani maupun pedagang di sekitar lokasi.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera dievaluasi agar program MBG tidak hanya berjalan baik dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Sebagai langkah tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Garut berencana mengatur sistem rantai pasok agar kebutuhan bahan baku SPPG dapat lebih mengutamakan produk lokal. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari program nasional ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan agar koordinasi antara Koordinator Wilayah SPPG dengan organisasi perangkat daerah terkait semakin diperkuat. Beberapa instansi yang memiliki peran penting di antaranya Dinas Kesehatan yang bertugas memastikan standar kelayakan dan kualitas gizi makanan, serta Dinas Lingkungan Hidup yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah dari aktivitas SPPG.

Pemerintah daerah juga akan menyiapkan layanan pengaduan atau hotline khusus guna mempermudah masyarakat maupun pengelola SPPG dalam menyampaikan berbagai kendala yang muncul di lapangan.

Bupati berharap seluruh pihak dapat bekerja sama dalam menyukseskan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Garut. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga pada aspek sosial, ekonomi, serta pemerataan pembangunan di daerah.