Rano : Banten Darurat Bencana

6.906 dibaca

PANDEGLANG – Gubernur Banten Rano Karno mengklaim pada Minggu hingga Jumat 28 Juli 2016 mendatang Kabupaten Pandeglang termasuk menjadi daerah darurat bencana. Karena hal itu sesuai dengan usulan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

Pantauan BuanaJabar.com, sejumlah warga yang berada di Kecamatan Labuan Carita sudah mulai kembali ke rumah masing-masing dari pengungsian karena banjir yang melanda rumah warga pada minggu lalu sudah mulai surut. Namun demikian kerugian pasca banjir yang melanda dua Kecamatan tersebut ditaksir mencapai 12 milyar.

Advertisement

Rano Karno mengatakan sebetulnya bencana tersebut masalah wewenang yang ditangani Kabupaten kota. Sebab jika bencana itu masih bisa di hendel oleh Kabupaten Kota, Provinsi tidak perlu turun.

“Pandeglang sudah menyatakan darurat dan tentu Provinsi harus turun,” kata Rano, ditemui pada saat meninjau lokasi banjir bandang dan memberikan santuan ke rumah korban banjir di Kecamatan Labuan, Pandeglang.

Untuk bantuan yang akan diberikan pemerintah bagi rumah warga yang rusak, Rano mengaku hal tersebut sudah menjadi program pemerintah untuk memberikan bantuan.

“ Pastinya akan diberikan bantuan. Akan tetapi sebetulnya kalau masalah anggaran itu kecil, namun yang harus di pikirkan itu pasca bencananya karena dampaknya akan besar,” ujarnya.

Menurut Rano, dengan adanya bencana bandang dan banjir yang melanda Pemkab Pandeglang tersebut pastinya menjadi dampak negatif bagi masyarakat.

 “Dampak negatif pasti ada. Akan tetapi setelah kita memberikan keterangan kepada masyarakat dan masyarakat juga akan faham,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Pandeglang Doni Hermawan mengatakan pihaknya belum bisa menyebutkan Pandeglang menjadi darurat bencana karena pihaknya akan melihat data potensi bencana yang akan menerjang Pandeglang.

“Kami belum bisa menentukan darurat bencana karena kami harus melihat dari data bencana yang ada. Apalagi saat ini data bencana yang melanda di dua Kecamatan belum selesai semuanya,” katanya.

Doni menjelaskan, pasca bencana banjir bandang yang melanda dua Kecamatan masih dalam tahap pendataan. Adapun data sementara yang sudah ada  yakni di Kecamatan Labuan diantaranya  Desa Labuan, Kalanganyar, Teluk dan Cigondang dengan jumlah rumah penduduk sebanyak 1200 dengan Kepala Keluarga 1356 dan jumlah jiwa sebanyak 4800 orang.

“Pendataan untuk Kecamatan Carita masih dalam tahap pendataan karena data riilnya belum bisa ditentukan. Akan tetapi kami dari tim BPBD Pandeglang maupun Banten masih melakukan pendataan ditiap lokasi bencana,” katanya.

Lanjutnya, untuk pasca bencana yang terjadi di dua Kecamatan di Pandeglang tersebut menimbulkan kerugian sebesar Rp 17 miliar. Diantaranya wilayah Carita alami kerugian sebesar Rp 15 miliar dan Labuan sebesar Rp 2 miliar. “Kerugian tersebut belum bisa dipastikan karena pendataan tersebut juga banyak rumah warga yang rusak, fasilitas umum seperti jalan, jembatan, sekolah dan lainnya,” ujarnya.

Kata Doni, untuk jumlah warga yang mengungsi di posko bencana mencapai 1000 orang, namun demikian warga sudah mulai mengungsi ke rumahnya masing-masing. “Semua para korban sudah mulai mengungsi ke rumahnya karena banjir sudah mulai surut dan warga juga sudah diberikan bantuan berupa mie instan, beras serta minuman,” katanya