
BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Ratusan warga Desa Purwaraja, Kecamatan Menes melakukan aksi demo di depan Kantor Desa Purwaraja dan Kecamatan Menes, Selasa, 7 november 2017. Dalam aksinya, ratusan massa tersebut menuntut panitia Pilkades melakukan pemilihan ulang, karena dianggap sudah meghilangkan hak warga untuk memilih.
Pantauan di lokasi, ratusan massa melakukan long mach dari Alun-alun Kecamatan Menes hingga Kantor Desa dan Kecamatan. Sambil berorasi dan teriakan tuntuk panitia Pilkades, pendemo juga membawa perangkat aksi berupa pengeras suara dan kertas yang bertuliskan kecaman terhadap panitia.
Tidak sedikit warga dari kaum perempuan, secara histeris menangis sambil teriak bahwa hak untuk memilih dalam pilkades telah dirampas oleh pihak panitia. Sambil menggendong anak kecil, ibu-ibu (pendemo, red) tidak henti-henti meneriakan aspirasinya dengan menuntut keadilan dari para penyelenggaran Pilkades Purwaraja.
Menurut salah seorang orator aksi demo, Hendri mengatakan, bahwa ada sebanyak 2200 warga Purwaraja yang sudah mendapatkan surat panggilan pencoblosan dalam Pilkades serentak itu tidak diberikan kesempatan untuk memilih oleh panitia. Ia mengaky, bahwa hak warga untuk memilih sudah dirampas oleh pihak panitia.
“Kami minta keadilan dari panitia Pilkades, karena hak kami untuk memilih sudaj dirampas. Ini sangat tidak adil,” ungkapnya.
Menurutnya, surat panggilan pencoblosan telah diambil oleh pihak panitia. Akan tetapi, warga tidak bisa memilih.
” Surat panggilan Pilkades aing dikamanaken panitia (Surat panggilan saya untuk mencoblos dikemanakan panitia), ” teriak orator itu.
Orator lainnya, Didi Rosadi menilai, panitiap Pilkades Purwaraja sudah melanggar aturan yang ada. Dengan menghilangkan hak memilih itu sudah menyalahi aturan, oleh sebab itu ia mengancam akan menuntup panitia Pilkades tersebut.
“Kami ingin para panitia hadie hari ini untuk memberikan penjelasan kepada kami. Jika tida, maka jangan salahkan kami kalau ada tindakan diluar hukum,” tegasnya
Para demonstran itu diterima perwakilan panitia Pilkades Purwaraja, namun nampaknya para pendemo tidak puas dengan penjelasan panitia, karena yang diinginkan demonstran itu ketua Panitia hadir untuk memberikan penjelasan kepada pendemo tersebut.
l










