
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo meminta setiap provinsi juga kabupaten kota harus memahami setiap potensi bencana di daerahnya masing-masing. Hal ini untuk mengingatkan kembali kepada gubernur, walikota dan bupati yang ada di Indonesia.
“Besok Kepala BNPB mengadakan rakornas yang mengundang seluruh provinsi, kota, kabupaten seluruh indonesia, tidak hanya soal kebakaran hutan setiap daerah harus mencermati dan memahami area rawan bencana,” ungkapnya saat pidato Rakornas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di the Trans Luxury Hotel , Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu malam 21 februari 2018.
Menurutnya dengan demikian dapat diupayakan anggaran dan diskresi karena persoalan yang dialami setiap wilayah berbeda, baik potensi banjir, longsor, kebakaran hutan dan lain sebagainya.
“Seperti di Bali dengan Gunung Agung atau Gunung Sinabung, di daerah harus memahami area bencana, juga Jabar banyak daerah gempa longsor. potensi-potensi itu yang harus dicermati,” tuturnya.
Diakuinya untuk saat ini yang paling siaga satu terkait kebakaran hutan adalah wilayah provinsi Riau dan Sumatera Selatan. Menurutnya, kebakaran hutan disini terjadi setiap tahunnya. Tjahjo berharap ada sinergitas dan konektivitas dari setiap wilayah terkait potensi ekonomi dan sumber daya. Sehingga berbagai kebutuhan dapat dipenuhi dengan adanya saling pertukaran komoditas antar provinsi.










