RSUD Carut Marut, Ini Curhatan Bupati Dan Direkturnya

12.429 dibaca
Jpeg

GARUT, BuanaIndonesia.com – Bupati Garut, Rudi Gunawan akhirnya hadir dalam audiensi dengan Paguyuban Aktivis Asal Garut ( Pakar ) hari ini, senin ( 15/02 ) . Massa sempat kecewa setelah sebelumnya bupati Garut dipastikan tidak akan hadir dalam audiensi tersebut. Massa Pakar menyoroti buruknya manajemen dan pelayanan rumah sakit umum daerah (RSUD) Dr Slamet Garut.

Baca Juga : RSUD Carut Marut, Bupati Di Demo

Advertisement

Wakil bupati, Helmi Budiman menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh massa Pakar.

” Diakui idealnya kita butuh 3000 an tempat tidur, kalau dihitung dengan semua ketersediaan, ini masih jauh. ” Kata Helmi.

Sementara itu, bupati Garut, Bupati Garut mengakui banyaknya kebrobrokan RSUD Garut.

” Pernah waktu itu, 2013, itu kondisinya gelap, ada praktik mesum. Saking gelapnya. Ada oknum-oknum yang tidak empati pada pasien miskin. ” Kata Rudi.

Lebih lanjut Rudi menyatakan saat ini tidak ada pengganti direktur RSUD, karena dalam aturannya pengganti direktur harus lah orang-orang setingkat dibawahnya

” Saat ini hanya ada dua orang yang bisa menggantikan, itupun melalui tahapan panjang. Andaikata saya buka lowongan ke luar, siapa yang mau jadi direktur RSUD? , bakal tidak akan ada yang mau jadi direktur RSUD Garut. Tidak ada yang mau kerja di Garut pak. Nah nanti, tahun 2020, siapapun yang akan jadi direktur RSUD akan nyaman, karena kondisi rumah sakit sudah baik. Jadi direktur rumah sakit harus kuat, kalau tidak, wah pak. Kita pernah dimarahi anggota dewan” Kata Rudi.

Sementara itu direktur RSUD Dr Slamet Garut, Maskut Farid menyatakan dirinya sangat berat menjadi direktur RSUD Dr Slamet Garut.

” Saya menjadi direktur saat kondisi rumah sakit mau bangkrut. Saya banyak ditekan dari sana sini ” Kata Maskut.

Editor : M.I