Sekolah Yayasan Pendidikan Islam ( YPI ) AL Mumin Cikeusik Butuh Perhatian

20.264 dibaca

BUANAINDONESIA. CO. ID, PANDEGLANG – Majunya dunia pendidikan bergantung kepada sarana dan prasarana yang dimiliki disekolah tersebut. Tempat yang layak huni membuat siswa akan merasa nyaman dan aman selama mengikuti pembelajaran, apalagi jika mengacu pada slogan Negeri ini ” Wajib Belajar Dua Belas Tahun ” .

Sebaliknya, Jika dunia pendidikan masih terdapat tebang pilih antara formal dan non formal, jelas dunia pendidikan disini jangan harap akan maju, malah sebaliknya akan berdampak buruk dalam memajukan anak Bangsa. Senin, 14 Oktober 2019.

Advertisement

Seperti halnya Sekolah Pendidikan Islam Al-Mumin Cikeusik, tepatnya Kampung Lewimuja Rt 02/05, Desa Sukaseneh , Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. kondisi bangunannya sangat memprihatinkan.

Dimana sekolah yang berdiri diatas lahan seluas 750 M2, dibangun dengan menggunakan matrial bambu dan beratap rumpia kini kondisinya kian memburuk, kayu – kayunya sudah nampak rapuh.

Padahal jumlah siswa cukup lumaya dengan jumlah siswa Mdta berjumlah sebanyak 41 orang, Mts dengan jumlah siswa sebanyak 68 orang dan Ma dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang. Dengan tenaga pengajar Sukarelawan berjumlah 16 orang.

Ustad Rusdi Kepala Sekolah MA Al Mukmin membenarkan, jika kondisi sekolah saat ini sudah rusak parah akibat tidak ada biaya untuk membangun gedung tersebut yang akhirnya nyaris terancam ambruk.

” Bahkan sebagian ruang kelas terpaksa dikosongkan. Tujuan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Sementara kegiatan belajar mengajar terpaksa dilaksanakan diluar gedung sekolah. “Terangnya.

Walaupun demikian dan pasilitas seadanya lanjutnya, seperti lantai bambu dan atap rumbia kegiatan belajar mengajar terus saja berjalan sebagai mana mestinya.

“Kegiatan belajar mengajar terus saja berjalan, walau kondisi sekolah sudah tak layak huni lagi untuk ditempati. ” jelasnya.

Melihat kondisi sekolah yang semakin memprihatinkan, pihak sekolah hanya bisa pasrah. kepada para sukarelawan yang mengajar. Agar tetap semangat dan ikhlas dalam mencerdaskan anak Bangsa.

” Mereka tidak berharap ruangan belajar yang ber AC juga tak butuh belajar di ruangan yg mewah yang mereka butuhkan bagaimana caranya siswa dapat merasakan nyaman selama belajar mengajar sedang berlangsung seperti layak nya para siswa/siswi yang lain di sekolah negeri.” pungkas.