Semua Opini Miring Soal RK Patah Dengan Sikap PKB Hari Ini

25.155 dibaca
Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda menyerahkan dukungan tertulis PKB pada Ridwan Kamil pada senin, 11 september 2017. PKB akhirnya memilih mendukung RK dalam kontestasi politik Jabar tahun depan setelah melalui proses politik yang alot dan panjang.

BUANAINDONESIA. CO. ID,  BANDUNG – PKB resmi menyerahkan rekomendasi tertulis pada Walikota Bandung untuk maju dalam kontestasi Pilkada Jabar 2018 mendatang.

Hal ini ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan.

Advertisement

Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah,  Iu Rusliana menilai  Deklarasi dukungan PKB ke RK adalah hasil ikhtiar politik Ridwan Kamil selama ini.

” Bila selama ini banyak yang menduga RK akan jadi kartu mati, jablay politik, dengan kerja kerasnya, RK berhasil untuk pada tahap ini meyakinkan PKB, ” kata Iu

Iu menambahkan walau di tengah deklarasi itu, ada isu tak sedap, ada mahar politik yang harus dibayarkan, namun tentu itu semuanya baru isu dan tidak ada fakta yg membuktikan itu.

” Sebagai proses politik, boleh jadi isu itu dihembuskan lawan politiknya. Bahkan saya mendapatkan kabar, salah satu petinggi lembaga negara bidang keamanan turun tangan untuk memastikan pkb memberikan dukungan ke RK. Lagi-lagi, gosip politik kerap jadi bumbu yang membuat pertarungan politik menjadi hangat, ” ucap Iu

Setelah Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu yg disebutkan telah resmi didukung Gerindra-PKS, RK adalah kandidat potensial yang harus diperhitungkan lawan politiknya.

” Kami berharap, agar para bakal calon gubernur dan wakil gubernur melakukan langkah politik yang beretika, mengutamakan kepentingan masyarakat dan umat Islam. Proses politik yang tengah berlangsung tak boleh menganggu layanan kepada publik. Kang Deddy Mizwar, Kang Emil dan Kang Dedi Mulyadi serta yang lainnya harus tetap bekerja melayani rakyat, ” tambah pria yang juga menjabat sebagai analis dan pengamat politik di lembaga kajian Aliansi Masyarakat untuk HAM,  Demokrasi dan Keadilan hukum ( Amandemen)  ini.

Masih kata Iu,  dinamika politik yang berlangsung juga selain menjaga etika, juga memenuhi nilai-nilai sunda yang silih asih, asuh, asah, wawangi. Politik tidak untuk memecah belah, tapi untuk menyatukan dan menyejahterakan

” Para bakal calon hendaknya tidak takluk kepada para cukong dan jangan pernah menjadi agen utama proses korupsi tata ruang yang tentunya akan merusak daerah jabar mewariskan bencana bagi anak cucu kita nanti, ” tambahnya