BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMEDANG –
Pasca pandemi Covid 19 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Sumedang membentuk satgas Covid 19, peran dari para petugas satgas Covid ini sebagai antisipasi apabila para siswa diperbolehkan masuk sekolah,para petugas SATGAS COVID tersebut akan mengawasi dan memeriksa semua warga sekolah sesuai dengan protokol Adaptasi Kehidupan Baru yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah.
Eddy Sumardie.S.Pd Kepala Sekolah SMAN 3 Sumedang mengatakan, Sebanyak 18 orang pegawai dan guru di SMAN 3 Sumedang sudah ditunjuk menjadi Team SATGAS COVID – 19. Para petugas ini nantinya akan memeriksa suhu tubuh semua orang yang akan memasuki lingkungan SMAN 3 Sumedang. Selasa 2 Juni 2020.
” SMAN 3 Sumedang sudah membentuk satgas covid- 19 sesuai dengan arahan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, hal ini dimaksudkan sebagai langkah antisipasi apabila para siswa diperbolehkan masuk sekolah pasca pandemi wabah covid 19, jadi kami pihak sekolah sekarang sesuai dengan protokol kesehatan sudah menyediakan tempat cuci tangan di depan seluruh ruangan kelas serta handsanitizer” Ujarnya.
Lebih jauh Eddy Sumardie menjelaskan, Dalam melaksanakan kegiatan belajar pun mengalami perubahan yakni dengan cara digilir jadwal masuk sekolah serta posisi duduk siswa yang berjarak agak jauh dan posisi bangku siswa hanya satu kursi untuk satu meja.
” Dalam pelaksanaan pola pembelajaran baik guru pengajar maupun siswa akan dilakukan secara bergilir, sehingga tidak terjadi penumpukan masa sehingga social distancyng akan dapat dilaksanakan sesuai dengan protokoler, kami juga sudah menyiapkan petugas khusus yang akan melakukan penyemprotan disinfektan untuk sarana dan pra sarana sekolah setiap hari ” Pungkasnya.
Mengantisipasi keputusan Pemerintah untuk siswa sekolah diperbolehkan masuk kembali, SMAN
elah dibentuk satgas pasca pelaksanaan PSBB, dibagi 3 shift per Minggu satu angkatan, surat edaran kepala dinas pendidikan propinsi Jawa barat, 6 orang per hari , guru pesuruh dan satpam,








