Sosok Guru Ini Siap Hibahkan Diri Untuk Cigagade

31.075 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pria ini disapa Devi. Bagi kalangan aktivis guru Garut dan Nadhatul Ulama, nama Devi mungkin sudah tidak asing lagi. Kendati masih terbilang cukup muda, Devi memiliki jaringan yang cukup luas.

Nama lengkapnya Devi Fahruroji. Selain aktif mengajar Devi juga aktif sebagai bendahara di Lembaga Zakat Infaq Shadaqoh Nadhatul Ulama ( LAZIS NU ) Garut. Devi memiliki mimpi yang cukup besar untuk tempat kelahirannya, Cigagade, Limbangan, Garut. Kali ini redaksi berkesempatan untuk berbincang dengan sosok yang memiliki pemikiran ‘ out of the box ‘ ini

Advertisement

Dalam perbincangan itu, Devi mengutarakan keprihatinannya atas apa yang telah terjadi di desanya. Bagaimana tidak, ditengah kondisi perekonomian masyarakat yang tidak begitu baik, warga di Cigagade justru dihadapkan pada kenyataan bahwa kepala desa mereka harus terjerat kasus hukum

” Saya cukup prihatin dengan itu. Semoga kades kami bisa menjalani kasus hukumnya. Terlebih ditengah kondisi masyarakat di desa kami yang tidak begitu baik. Saya punya mimpi agar desa Cigagade bisa maju. Tapi kita kan tidak hanya cukup bermimpi, tapi harus diwujudkan. Memang bukan hal mudah, tapi bukan juga hal yang mustahil jika desa Cigagade bisa menjadi desa maju, ” kata Devi

Devi juga menyatakan, ada berbagai cara untuk bisa membangun desa. Salah satunya dengan cara menjalin komunikasi dengan berbagai pihak diluar pemerintahan. Ini merupakan langkah terobosan Devi untuk warga desa Cigagade

” Salah seorang yang sudah saya coba komunikasi adalah dengan pak Agung Suryamal, ketua Kamar Dagang dan Industri Jabar. Beliau kan orang Garut, lalu pengusaha sukses. sebagai ketua Kadin, pak Agung kan ‘ kepala suku ‘nya pengusaha Jawa Barat. Pak Agung juga kan pemilik pasar Induk Caringin Bandung, mungkin bisa berkolaborasi dengan kami dalam membangun desa kami. Saya yakin dengan menjalin kerjasama dengan beliau dan mengaplikasikan program – program beliau, masyarakat Cigagade bisa lebih cepat maju. Saya sedang komunikasikan terus dengan pihak pak Agung. Mudah -mudahan niatan baik kami direspon positif oleh pak Agung. ” ucap Devi.

Menyikapi wacana Pemilihan Pejabat Antar Waktu kepala desa Cigagade yang mungkin akan digelar di desanya, Devi menyatakan dirinya akan maju jika didukung masyarakat Cigagade

” Saya akan maju kalau didukung warga. Karena memang menjadi kepala desa merupakan salah satu jalan untuk membangun desa. Dengan menjadi kepala desa juga, kita bisa mengambil kebijakan – kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat, ” tutur pria kelahiran 13 Juni 1986 ini.

Masih kata Devi, selain mencoba berkomunikasi dengan Agung Suryamal, dirinya juga sudah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait pembangunan didesanya.

” Ada beberapa pihak lain juga. Banyak sekali ide – ide pemberdayaan masyarakat yang saya ingin aplikasikan di Cigagade. Insya Allah saya dan warga Cigagade mampu mewujudkan, ” Jelas Devi

Track record Devi cukup panjang. Devi pernah mengenyam pendidika di SDN Sukadana, SMPN 1 Limbangan, SMUN 13 Garut, STAI Al Falah. Selain pendidikan Formal, Devi juga pernah mengenyam ilmu di pesantren Asa’adah Limbangan tengah, Garut. Ini makin mengukuhkan Devi sebagai sosok yang ‘ Nyunda, Nyakola, Nyantri ‘

Devi beristrikan Ema Amalia. Ayah dari Sabrina Zakiyah ini juga sempat bekerja di PT Sanmatex Karawang. Lepas dari pekerjaannya, Devi mengabdi menjadi guru di SD Cijolang 1, Limbangan, Garut. Devi juga pernah menjadi anggota Panitia Pengawas Pemilu ( PPL ) di tingkat Desa Cigagade pada tahun 2013.