Suami Tak Bisa Melaut, Istri Nelayan Mencari Nafkah Jual Kerang.

20.830 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID.PANDEGLANG – Akibat faktor cuaca tidak menentu sebagian nelayan tradisional asal Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. mulai resah. Rabu, 3 Juli 2019. Pasalnya tangkapan ikan di laut sudah mulai berkurang yang berakibat pada kehidupan keluarga nelayan pun kian hari kian tidak menentu dan perekonomian para nelayan semakin memprihatinkan.

Cukup beralasan jika sebagian istri nelayan akhirnya harus rela berjuang keras untuk mempertahankan hidup untuk keluarga dengan berjualan kerang disepanjang pantai.

Advertisement

seperti halnya Yani, istri salah satu nelayan asal Panimbang, berjuang hidup dengan berjualan kerang, hanya bermodalkan sebesar Rp 100 ribu. ia bisa memperoleh keuntungan kisaran sebesar Rp 20 hingga 50 ribu.

” Saya membeli kerang dari pengepul dengan harga Rp. 50 ribu/Ember ukuran 22 dan saya bisa menjual Rp 10.000/Liter. Dengan cara seperti ini kami bisa menyambung hidup, apalagi suami saya tidak bisa melaut akibat cuaca buruk,” ujarnya.

Yani berharap, adanya perhatian serius pemerintah untuk membantu permodalan kepada nelayan sehingga dalam menghadapi cuaca buruk seperti ini tidak mengalami kesulitan.

” Juga mudah-mudahan cuaca buruk seperti sekarang ini cepat berakhir, sehingga para nelayan bisa kembali melaut.”Jelas Linda.

Jakim, nelayan tradisional asal Citeureup membenarkan, cuaca dan kondisi laut yang tidak menentu, menyebabkan tangkapan ikan menurun, sementara cuaca seperti ini terjadi sudah cukup lama terhitung sejak bulan Mei – Juni tentunya berpengaruh pada pendapatan kesehariannya.

” Bila cuaca bersahabat, saya bisa membawa pulang uang kisaran sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Namun saat cuaca kemarau dan angin kencang seperti sekarang jelas mendapatkan uang paling dapat diperoleh sebesar Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu saja.” pungkas.