BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, bakal meluncurkan Ambulance respon cepat 119 di 36 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pandeglang.
Kepala Dinkes Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengatakan rencana Ambulance respon cepat itu, harus mendapat dukungan dari semua pihak, untuk mengurangi angka kesakitan, kecacadan dan kematian.
” Untuk tahap awal (Ambulance respon cepat) kita adakan pelatihan untuk para supir atau Driver Ambulance nya agar memiliki kapasitas dan kemampuan yang mumpuni, dalam membawa Kendaraan” kata Dewi usai memberikan arahan di acara pelatihan peningkatan kapasitas supir ambulance, Selasa 23 Juli 2019.
Namun Ambulance 119 itu, masih terkendala oleh anggaran untuk pembuatan aplikasi dan Mobil Ambulance. Saat ini, kata Dewi, Mobil ambulance yang ada di Pandeglang sudah mulai kurang sehat.
” Tapi kita akan coba secara bertahap, berapa Puskesmas dulu yang menggunakan 119, tetapi nanti di pilih, Puskesmas mana dulu yang rujukannya paling banyak,” ujarnya.
Selain itu, Dewi juga mengaku Dinkes Pandeglang kekurangan mobil pembawa jenazah. Mobil jenazah yang di miliki Dinkes hanya ada 3.
” Kita cuma ada 3 mobil jenazah, Ambulance ada 36 dan itu pun kondisi kendaraan banyak yang kurang setabil, kalau di bilang kurang, ya kurang. Harus ada penambahan lagi,” tandasnya.
Adanya kegiatan ini sudah tentu, tujuan nya untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian. Karena kapastisas dari pengemudi Ambulance ini sangat penting, karena harus sinergi dengan puskesmas. Ini membutuhkan keterampilan dan keahlian tersendiri dibanding supir kendaraan biasa.










