Target Penanaman Kacang Kedelai Distan Pandeglang Diperluas

16.044 dibaca
Ipin Saripin, Kepala Seksi Aneka Kacang dan Umbi (Akabi)

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang melakukan berbagai Program dibidang Pertanian seperti, Program Umbi Umbian, Biji-Bijian dan Program Padi Sawah maupun Padi Gogo.

Diakhir tahun 2017, Dinas Pertanian melakukan Program Kacang Kedelai seluas 6.173 ha (hektar) yang tersebar di 34 Kecamatan. Semua program ditujukan untuk meningkatkan Perekonomian Kabupaten Pandeglang dibidang Pertanian.

Advertisement

Kepala Seksi Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Ipin Saripin mengatakan, Kabupaten Pandeglang mempunyai target penanaman kacang kedelai tahun 2017 sekitar 6.137 ha, untuk target pusat 1 juta ha, Provinsi Banten 15.000 ha.

“Soal pembelian benih kita dari Distan hanya memberikan Informasi aja, yang membeli kelompok semua kepada distributor benih kacang tersebut, di tahun 2017 yang sudah cairkan untuk luas lahan 6.173 hektare dengan nilai anggaran 1.260.900 rupiah per ha, anggaran tersebut untuk pembelian Benih 40 kg per ha dan obat-obatan tanaman. Laporan dari distributor bahwa untuk Kabupaten Pandeglang terkait benih sudah terkirim semua kepada kelompok,” jelasnya saat diwawancara di kantornya. Rabu, 6 Desember 2017.

Lanjut Ipin, Pandeglang  mempunyai target penanaman seluas 7.500 ha, yang baru akan direalisasi sekitar 6.137 ha. Padahal, target sebelumnya hanya seluas 4.500 ha.

“Kalau luasan lahan memang ini luar dari target kita yang sebenarnya, kalau target kita Distan Kabupaten Pandeglang hanya 4.500 ha, tapi karena ini atas perintah dan program pusat, kita tetap harus laksanakan tanam dengan luas lahan 6.137 ha,” lanjutnya.

Ipin mengatakan, sumber benih kacang kedelai sendiri berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Sumber benih kacang kita dapatkan dari berbagai daerah, Gerobogan, Purwerejo, Cianjur bahkan sampai ke Lombok, dengan harga per kilo dari luar daerah Rp 13.500 per kilonya, kalau benih dari lokal Rp 13.000 per kilonya itu, sampai ke kelompok,” katanya.

EDITOR: WN