Tenaga Medis Dan Non Medis RSUD Banten, Berharap Uang Jasa Penanganan Covid-19 Segera Di Bagikan

6.324 dibaca

BUANAINDOMESIA.CO.ID.SERANG BANTEN – Sejumlah tenaga medis dan non medis RSUD Banten pertanyakan anggaran jasa penanganan Covid-19, pasalnya sampai tahun 2026 mereka belum mendapatkan uang jasa penanganan Covid yang dijanjikan pemerintah, namun mereka enggan mempertanyakan ke pihak RSUD Banten Karena ada rasa ketakutan.

Beberapa sumber dari Tanaga medis dan non medis yang memberikan informasi ke media ini menjelaskan, bahawa mereka dari tahun 2021 sampai sekarang tahun 2026 belum pernah mendapatkan uang jasa penanganan Covid tersebut,. Dibalik beberapa rumah sakit yang telah dibagikan uang jasa pelayanan covid, sementara tenaga medis dan nomedias Rsud Banten belum menerima uang jasa pelayanan covid, padahal uanga tersebut cukup besar, yang kabarnya sekitar 26 Miliar kurang lebihnya, dan itu hak bagi medis dan non medis yang melakulan penanganan covid saat itu.

Advertisement

” Jika dibagikan kepada medis perkiraan sekitar 15 juta rupiah perorang dan untuk non medis sekitar 5-7 juta rupiah. Kami nuntut hak kami itu, karena uang tersebut di peruntukannya untuk jasa dalam penanganan covid saat itu. Kami selaku tim penanganan covid berharap uang tersebut bisa cair karena uang tersebut adalah hak kami, dan tidak dibelanjakan yang lainnya, kami dapat inpo pihak RSUD beli kendaraan ambulance, kami curiga sumber dana pembelian tersebut dari anggaran covid-19″ ungkap salah satu tenaga Medis RSUD Banten, yang mintaa namanyaa di rahasiakan, Senin 19 Januari 2026.

Lanjunya, tenaga medis dan non medis yang menangani covid 19 sangat penuh dengan resiko, bahkan nyawa tarohannya. Tidak sedikit tenaga medis bahkan yang menjadi korban waktu itu, sehingga ketika ada hak untuk tenaga tim penanganan Covid 19, semua tenaga medis dan non medis sangat berharap sekali uang jasa tersebut di bayarkan dan di terima oleh yang berhak.

” Uang covid adalah hak kami yang menangani covid saat itu yang benar benar penuh resiko. Maka kami sangat berharap sekali uang jasa yang jelas diperuntukannya Harus segera di bagikan. Karena tenagan medis dan nonmedis penanganan Covid 19 rumah sakit yang lain lain pun sudah mendapatkannya.,” ungkapnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Salah satu tenaga medis yang enggan disebut namanya mengungkapkan risiko yang mereka hadapi ketika menangani pasien Covid-19, tak sebanding dengan kesejahteraan yang mereka terima.

Sementara insentif yang dijanjikan pemerintah atau pihak RSUD Banten pun tak kunjung dibagikan, namun pihaknya tidak bisa mempertanyakan atau membuat surat pengaduan, karena kami takut klw ketahuan kami bisa di SP, soalnya sudah ada tenaga medis yang kritis terhadap RSUD langsung di SP kan, padah protes juga demi kebaikan dan kebenaran.

“Kami tidak berharap untuk dibeginikan, rasanya terzolimi. Kami mau menanyakan keselamatan pekerjaan kami pun terancam pastinya, kami mau menanyakan hak-hak kami, semoga dengan pengadaan ke media dengan merahasiakan identitas kami bisa tersampaikan kepada pihak terkait,” harapannya.

Sementara pihak RSUD Banten dr Danang, ketika di kompirmasi melalui telepon celularnya menjelaskan, bawan dana tersebut dana yang di sebut anggaran tidak terencana, sehingga di tahun sekarang ini masuk anggaran Silva, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan rekomendasi pihak inspektorat dan biro hukum provinsi Banten.

” Anggaran tersebut masuk pada anggaran tidak terencana sehingga harus ada rekom dari inspektorat dan biro hukum, nah sekarang ini RSUD Banten sedang di lakukan audit oleh inspektorat dan biro hukum pemprov, maka kita harusenunggu hasil audit,” jelasnya.

Kaitan dengan inpo bahwa anggaran covid tersebut di belikan kendaraan ambulance untuk RSUD Banten, pihaknya menyangkal.

” Kaitan pembelian kendaraan ambulan. RSUD Banten sekarang ini, itu sangat tidak mungkin dari anggaran covid,” jawabnya dengan singkat melalu pesan whatshapnya

Kaitan pengakuan direktur RSUD yang sedang di audit inspektorat, Sementara pihak inspektorat sampai berita ini diturunkan belum bisa di kompirmasi, media ini sudah berusaha kompirmasi ke PLT Inspektorat lewat telepon celular mau pesan whatsap belum memberikan jawaban.