
BUANAINDONESIA.CO.ID, SUKABUMI – Tidak ditampilkannya Boles dan Lisung di perayaan Haleran dalam rangka HUT Sukabumi ke 104 ternyata mengundang kekecewaan dari banyak pihak. Bukan hanya saja para tokoh, tapi perwakilan Gubernur yang saat itu hadirpun turut kecewa.
“Saya menunggu seni tradisi kota sukabumi di perhelatan tersebut, tapi boles tidak ditampilkan, jelas saya kecewa sekali padahal boles seni budaya yang asli sukabumi sudah melalang buana,” ujar Kepala Badan Koordinasi Pemerintah dan Pembangunan (BKPP) Wilayah I Jawa Barat, Teguh Khasbudi yang saat itu mewakili Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan yang berhalangan hadir.
Lanjut Teguh, Boles telah banyak meraih banyak penghargaan, namun ditanah kelahirannya Boles tidak dilirik.
“Boles merupakan 10 penampil terbaik nasional, Juara pertama terbaik jabar dalam festival otrad (Olahraga Tradisional ) dan juara ke 2 nasional festival otrad. Seharusnya boles menjadi kebanggaan masyarakat kota sukabumi, keberadaan pesantren Al Fath sebagai lembaga pembina ada diwilayah kota Sukabumi, sudah seharusnya seni tradisi tersebut dipatenkan sebagai budaya dan kesenian putra-putra daerah sukabumi,” kata Teguh, Kamis, 29 Maret 2018.
Lanjut Teguh, karena kecewa dirinya tidak sampai usai menyaksikan perhelatan tersebut
“Akhirnya saya tidak sampai selesai untuk menyaksikan perlehatan tersebut, begitupun bapak walikota kita sama sama meninggalkan panggung tersebut, ” ujar Teguh.
Menanggapi ini, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata Kota Sukabumi Yudi Yustiawan mengatakan, panitia menyerahkan masing – masing kecamatan untuk mengutus karya seninya.
“Untuk penampil kami serahkan ke masing-masing kecamatan untuk menentukan apa yang akan ditampilkan,” kata Yudi







