Uang Kadeudeuh Dicatut Tim Pembebasan Tanah, Petani Gigit Jari

10.229 dibaca

Sukabumi, Buanaindonesia.com-
Sebanyak 76 orang petani penggarap lahan seluas 28 hektar di Kampung Cigadog Desa Margaluyu Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi tidak menerima uang kadedeh dari pemilik lahan sebesar Rp12,5 juta. Pasalnya, diduga uang tersebut dicatut oleh lima orang tim Pembebas tanah.

Tim pembebas tanah berinisial MN (59), AJ (46), MM (47), AB (49), IN (51) dituding mencatut uang kadedeh untuk 76 petani penggarap yang sudah di berikan oleh pemilik tanah sebesar Rp1,3 miliar. Sampai hari ini, sudah hampir tiga tahun lima orang tim pembebas tanah belum juga memberikan sepenuhnya uang tersebut kepada para penggarap. Bahkan ada juga, beberapa penggarap yang sama sekali tidak menerima uang kadedeh tersebut. Serta ada juga para petani penggarap yang sudah menerima uang kadedeh sebesar Rp5 juta sampai Rp7 juta dari tim pembebas lahan tersebut.

Advertisement

H Basuni Darimi Saroji (61) salah satu warga Kampung Warudoyong Rt 5/5 Desa Margaluyu

“Sudah tiga tahun sebanyak 76 petani penggarap lahan seluas 28 hektar belum menerima uang kadedeh sepenuhnya dari lima orang tim pembebas tanah tersebut,” ungkap Basuni

Lebih lanjut Basuni menyatakan 11 orang petani penggarap lahan tersebut yang berada di Kampung Warudoyong sampai sekarang belum menerima sepeserpun uang kadedeh tersebut dari lima orang tim pembebas tanah tersebut.

” Mayoritas petani penggarap belum sepenuhnya menerima uang kadedeh sebesar Rp12,5 juta. Mereka, ada yang nerima Rp 5 sampai Rp 7 juta. Padahal, uang hak mereka untuk satu orang itu sebesar Rp12,5 juta. 11 orang petani penggarap sampai sekarang mereka belum menerima sepeserpun. Serta, masyarakat penggarap lainya ada yang menerima Rp 5 sampai Rp 7 juta ” Tambah Basuni

Basuni menambahkan petani sering menanyakan pada tim, namun mereka selalu menghindar.

” Kita sering menanyakannya, tapi mereka tidak memberikan jawaban yang pasti serta selalu menghindar,” ujarnya.

( Penulis : Prima Rewah Kaen )